
KEMBANGKAN SAYAP BISNIS: Proses syuting tim Jawa Pos Radar Tuban Digital untuk produk es krim Mixue di Jalan Wahidin Sudiro husodo kemarin (19/5). (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Untuk mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat, Jawa Pos Radar Tuban terus melengkapi sayap bisnisnya. Kini, branding di Jawa Pos Radar Tuban tidak hanya tayang di koran dengan belasan ribu pembaca setiap harinya.
Media yang ber-home base di Jalan Wahidin Sudirohusodo 59 Tuban ini juga menyediakan berbagai platform terlengkap sebagai media branding. Bagi sektor pemerintah, swasta, dan pemilik usaha, kini branding semakin lengkap hanya dengan satu wadah. Jawa Pos Radar Tuban menyediakan koran, website radartuban.jawapos.com, media sosial, dan channel YouTube Radar Tuban TV sebagai media promosi atau branding.
Baru dikenalkan beberapa bulan terakhir, platform promosi digital milik media terbesar di Bumi Ronggolawe ini ramai mendapatkan panggilan jasa.
Manager Digital Jawa Pos Radar Tuban Amin Fauzie mengatakan, selain bentuk teks di koran dan website, promosi bisa memaksimalkan gambar dan audio visual. Meliputi Feed Instagram, tayangan video Reels Instagram, Tiktok, shorts YouTube, company profil, hingga live di Instagram dan YouTube. Konsep video horizontal atau vertical menyesuaikan permintaan.
‘’Bagi usaha kuliner, tim Radar Tuban Digital juga menyediakan channel YouTube untuk review makanan atau endorse,’’ tuturnya.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…