
Radartuban.jawapos.com – Huda, A, salah satu petani di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak mengungkapkan, kerumitan mendapatkan kartu berlangsung sejak dalam proses pembuatannya. Menurutnya, rata-rata petani kesusahan saat membikin kartu dimaksud.
Sering kali pada saat pendataan muncul ketidaksesuaian data.
Baca Distribusi Kartu Tani Tak Maksimal
‘’Seringnya nama dan NIK tidak cocok, jadi susah dan ribet,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Mungkin sebab itulah, terang dia berasumsi, proses pendistribusian kartu tani berjalan lamban. Di sisi lain, lanjut dia, ketersedian kartu dari pihak bank juga terbatas. Petani muda itu menyampaikan, banyak petani yang sudah terdaftar, namun kartunya belum jadi.
‘’Dari proses pembuatan hingga penerimaan kartu memang susah. Banyak hambatannya,’’ katanya.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…