
Radartuban.jawapos.com – Hoaks atau berita bohong menjelang tahun politik menjadi atensi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban.
‘’Tahun politik sarat akan berita hoax. Inilah kenapa persoalan hoax menjelang tahun politik perlu diantisipasi sejak dini,’’ kata Kepala Diskominfo-SP Tuban Arif Handoyo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (21/2).
Ditegaskan Arif, berita hoaks adalah ancaman nyata yang bisa memicu bermacam masalah, bahkan hingga permusuhan. Sehingga amat penting memberikan pemahaman kepada masyarakat akan potensi negatif yang bisa muncul tersebut. Tanpa terkecuali di Kabupaten Tuban.
‘’Sejauh ini (di Tuban, Red) masih sering ditemukan berita-berita hoax. Apalagi menjelang tahun politik,’’ terang dia.
Disampaikan Arif, berdasar pengalaman, media sosial menjadi lahan paling subur dalam menyebarkan berita bohong. Sebab itulah, arus lalu lintas di media sosial menjadi perhatian khusus instansinya.
‘’Peredaran pem beritaan di media sosial selalu kita pantau. Ketika ditemukan langsung kami berikan klarifikasi, sehingga tidak banyak masyarakat termakan hoax,’’ ujarnya terkait upaya yang sudah dilakukan selama ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…