Pejabat berkantor di DKP2P Tuban Jalan Raya Bogorejo itu menuturkan, vaksinasi LSD kepada sapi masih dimulai di kecamatan dan sapi-sapi tertentu karena mempertimbangkan jumlah kedaruratan kasus dan jumlah dosis vaksin.
‘’Itu agar vaksin yang dosisnya terbatas ini dapat mengkaver semua wilayah,’’ jelasnya.
Mantan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban ini meneruskan, sapi–sapi sudah divaksin LSD bukan berarti tak bisa terjangkit penyakit LSD. Vaksin hanya memperkecil resiko sapi terjangkit LSD.
‘’Maka dari itu, peternak tetap harus merawat sapinya dengan baik. Kebersihan dan kesehatan makanan harus tetap dijaga,’’ tegasnya. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.