Pejabat berkantor di DKP2P Tuban Jalan Raya Bogorejo itu menuturkan, vaksinasi LSD kepada sapi masih dimulai di kecamatan dan sapi-sapi tertentu karena mempertimbangkan jumlah kedaruratan kasus dan jumlah dosis vaksin.
‘’Itu agar vaksin yang dosisnya terbatas ini dapat mengkaver semua wilayah,’’ jelasnya.
Mantan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban ini meneruskan, sapi–sapi sudah divaksin LSD bukan berarti tak bisa terjangkit penyakit LSD. Vaksin hanya memperkecil resiko sapi terjangkit LSD.
‘’Maka dari itu, peternak tetap harus merawat sapinya dengan baik. Kebersihan dan kesehatan makanan harus tetap dijaga,’’ tegasnya. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…