
Pesepak bola PSS Sleman Irkham Mila (tengah) mencoba melewati pesepak bola Persik Kediri Mario Yagalo (kanan) pada pertandingan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (9/2/2023). PSS Sleman berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nym
Radartuban.jawapos.com – Ketua panitia pelaksana (Panpel) PSS Sleman Yuyud Pujiarto mengatakan laga pekan ke-25 Liga 1 Indonesia melawan Dewa United yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (17/2) akan digelar tanpa penonton.
Dikutip dari situs resmi klub, Rabu, keputusan ini diambil oleh panitia pelaksana setelah mendapatkan surat rekomendasi dari pihak kepolisian yang meminta pertandingan ini digelar tanpa dihadiri penonton.
“Saya mewakili Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman kembali ingin meminta maaf kepada seluruh PSS Fans yang pada akhirnya tidak bisa mendukung PSS di laga menghadapi Dewa. Segala upaya telah kami lakukan agar PSS fans bisa kembali hadir, namun keputusan telah dibuat dan tetap tanpa penonton,” jelas Yuyud.
Selanjutnya ia mengungkapkan, hal ini sangat disayangkan karena pihak Panpel telah menjalankan pertandingan dengan baik pada pertandingan sebelumnya.
Yuyud meminta untuk suporter PSS Sleman agar menonton pertandingan ini di rumah saja serta tidak mendekat ke dekat stadion demi kebaikan bersama.
“Saya kembali menghimbau untuk seluruh PSS fans bisa tetap mendukung kebanggaan dari rumah dan tidak mendekat ke area stadion. Tidak diperkenankan juga untuk melaksanakan nonton bareng di wilayah Sleman,” kata Yuyud.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…