Musa juga mengatakan, partainya siap menghadapi sistem yang sampai saat ini belum jelas. Terpenting, lanjut politikus dari Semanding itu, partainya tetap bisa mengamankan target perolehan kursi di DPRD.
‘’Sistemnya apapun target perolehan kursi kami tetap tiga,’’ ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Tuban M. Miyadi mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi sejak awal jika sistem pemilu 2024 tertutup atau terbuka. Salah satunya dengan menata kader-kader yang diturunkan sebagai bacaleg.
Dengan demikian, jika sistem pemilu menjadi tertutup, partainya tidak perlu melakukan perubahan apa pun.
Dia juga memastikan persiapan internal parpolnya tidak akan membuat bacalegnya mengundurkan diri karena perubahan sistem pemilu yang berakibat sulit bersaing.
‘’Karena dari satu dapil yang potensi menang itu berdasarkan nomor urut, antara 1 atau 2, ke bawah lagi akan sulit,’’ ujarnya.
Perlu diketahui, sistem pemilu tertutup memberi kewenangan sepenuhnya kepada partai untuk menentukan bacaleg yang duduk di kursi parlemen. Hal ini menjadikan rakyat tak bebas memilih. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…