25.7 C
Tuban
Saturday, 5 April 2025
spot_img
spot_img

BRIN Optimalkan Riset Transportasi Publik Ramah Lingkungan

Radartuban.jawapos.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan proyek riset kendaraan ramah lingkungan yang meliputi transportasi publik berbahan bakar listrik berupa kendaraan bus sedang dan bus besar, perkeretaapian, serta beberapa kendaraan listrik lainnya.

“Sesuai dengan peta jalan, BRIN sedang fokus untuk penelitian transportasi publik ramah lingkungan,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN Aam Muharam di Jakarta, Jumat.

Sejauh ini, BRIN telah memiliki kendaraan mobil berjenis minibus konversi yang 100 persen digerakkan oleh tenaga listrik. Mobil kijang konversi itu sudah mulai dibangun sejak tahun 2008, dan sampai saat ini masih digunakan.

Aam menuturkan ada banyak penelitian mengenai teknologi kunci kendaraan listrik mulai dari sistem manajemen baterai, baterai termal, electro hydraulic power steering, hingga sistem pengisian data.

Baca Juga :  Unggul! Huawei Matebook D14 Bisa Terhubung dengan Wifi Jarak 2,5 Kali Lapangan Sepak Bola

Tak hanya itu, riset-riset yang ada juga menyoroti penggunaan material tahan panas dan tahan api yang bisa digunakan oleh kendaraan listrik.

Ketua Kelompok Riset Teknologi Kendaraan Listrik BRIN Abdul Hapid mengatakan ada beberapa kendaraan listrik dengan status prototipe riset berupa kesiapan teknologi level 7, seperti mikrobus, sedan, dan city car serta minibus konversi.

“Untuk sampai kemasyarakatan, prototipe riset ini masih membutuhkan satu tahapan lagi, yaitu riset yang bertujuan menaikkan statusnya menjadi prototipe produksi dengan kesiapan teknologi level 9,” kata Abdul.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengatakan bahwa pemanfaatan dan pengembangan kendaraan listrik dengan dukungan transportasi cerdas menjadi salah satu program kerja prioritas pemerintah pada tahun 2023.

Baca Juga :  Fitur WA Terbaru, Kini Kamu Bisa Berbagi Layar Ponsel pada Video Call. Simak Caranya

Dia memandang pengembangan kendaraan listrik punya efek jangka panjang terhadap berbagai aspek, seperti pengurangan biaya subsidi ke bahan bakar minyak serta pengembangan ekosistem hijau yang berkelanjutan. (*)

 

Sumber: ANTARA

Radartuban.jawapos.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan proyek riset kendaraan ramah lingkungan yang meliputi transportasi publik berbahan bakar listrik berupa kendaraan bus sedang dan bus besar, perkeretaapian, serta beberapa kendaraan listrik lainnya.

“Sesuai dengan peta jalan, BRIN sedang fokus untuk penelitian transportasi publik ramah lingkungan,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN Aam Muharam di Jakarta, Jumat.

Sejauh ini, BRIN telah memiliki kendaraan mobil berjenis minibus konversi yang 100 persen digerakkan oleh tenaga listrik. Mobil kijang konversi itu sudah mulai dibangun sejak tahun 2008, dan sampai saat ini masih digunakan.

Aam menuturkan ada banyak penelitian mengenai teknologi kunci kendaraan listrik mulai dari sistem manajemen baterai, baterai termal, electro hydraulic power steering, hingga sistem pengisian data.

Baca Juga :  Uni Eropa Tolak Aturan "Made in USA" untuk Dukung Kendaraan Listrik

Tak hanya itu, riset-riset yang ada juga menyoroti penggunaan material tahan panas dan tahan api yang bisa digunakan oleh kendaraan listrik.

- Advertisement -

Ketua Kelompok Riset Teknologi Kendaraan Listrik BRIN Abdul Hapid mengatakan ada beberapa kendaraan listrik dengan status prototipe riset berupa kesiapan teknologi level 7, seperti mikrobus, sedan, dan city car serta minibus konversi.

“Untuk sampai kemasyarakatan, prototipe riset ini masih membutuhkan satu tahapan lagi, yaitu riset yang bertujuan menaikkan statusnya menjadi prototipe produksi dengan kesiapan teknologi level 9,” kata Abdul.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengatakan bahwa pemanfaatan dan pengembangan kendaraan listrik dengan dukungan transportasi cerdas menjadi salah satu program kerja prioritas pemerintah pada tahun 2023.

Baca Juga :  Insentif Kendaraan Listrik Resmi Diberlakukan. Yannes : Libatkan Siswa SMK

Dia memandang pengembangan kendaraan listrik punya efek jangka panjang terhadap berbagai aspek, seperti pengurangan biaya subsidi ke bahan bakar minyak serta pengembangan ekosistem hijau yang berkelanjutan. (*)

 

Sumber: ANTARA

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img