Khawatir Tak Sesuai Target, DPRD Tuban Tugasi Komisi I Awasi Proyek Jembatan Glendeng

  • RADAR TUBAN — Perbaikan Jembatan Glendeng yang baru saja dimulai turut mendapat atensi dari DPRD Tuban. Untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai target dan spesifikasi, DPRD secara khusus akan menerjunkan Komisi I untuk melakukan pengawasan secara rutin.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Tuban M. Miyadi. Atensi khusus ini diberlakukan agar tidak ada lagi kegagalan konstruksi seperti perbaikan 2021 lalu.

“Jangan lagi setelah diperbaiki malah jembatan rusak seperti sebelumnya,” kata Miyadi merujuk pengalaman perbaikan 2021 yang kemudian kembali rusak pada 2022.

Padahal, tegas Miyadi, anggaran yang digelontorkan waktu itu juga cukup lumayan besar, yakni kurang lebih Rp 6 miliar.

“Maka, dengan anggaran perbaikan saat ini yang mencapai Rp 21 miliar ini, jangan ada kesalahan yang kedua,” ujarnya disampaikan kepada Jawa Pos Radar Tuban, Minggu (6/8).

Baca Juga :  Pemudik Patut Waspada Saat Melintasi Tiga Jalur Nasional di Tuban Ini!

Lebih lanjut, Ketua DPC PKB Tuban itu mengatakan, atensi khusus itu dilakukan karena masyarakat sudah sangat lelah menempuh jalur alternatif kala hendak ke Bojonegoro atau sebaliknya. Utamanya kendaraan roda empat.

“Perbaikan Jembatan Glendeng ini sangat diharapkan masyarakat. Mereka sudah terlalu lama lelah karena harus memutar cukup jauh melalui jalur alternatuf (menuju Bojonegoro atau sebaliknya, Red),” terang Miyadi.

Karena itu, tegas Miyadi, pemkab bersama DPRD akan berupaya memberikan kepastian kepada masyarakat agar perbaikan Jembatan Glendeng sesuai target dan spesifikasi.

“Targetnya sebelum akhir tahun harus sudah selesai,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Tuban juga memberikan atensi dalam proyek jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi menyebut, selama proses pengerjaan konstruksi jembatan yang dilakukan oleh PT Marga Karya akan diawasi banyak pihak. Selain oleh konsultan perencana dari PT Bhakti Persada, juga ada tim pendampingan kabupaten.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Tak Pernah Wacanakan Perubahan Jadwal Pilkada Serentak 2024

“Tim pendamping ini yang nanti akan ikut intens mengawasi. Setiap pekan, progres pembangunan akan dilakukan evaluasi,” ujarnya. (fud/tok)

  • RADAR TUBAN — Perbaikan Jembatan Glendeng yang baru saja dimulai turut mendapat atensi dari DPRD Tuban. Untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai target dan spesifikasi, DPRD secara khusus akan menerjunkan Komisi I untuk melakukan pengawasan secara rutin.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Tuban M. Miyadi. Atensi khusus ini diberlakukan agar tidak ada lagi kegagalan konstruksi seperti perbaikan 2021 lalu.

“Jangan lagi setelah diperbaiki malah jembatan rusak seperti sebelumnya,” kata Miyadi merujuk pengalaman perbaikan 2021 yang kemudian kembali rusak pada 2022.

Padahal, tegas Miyadi, anggaran yang digelontorkan waktu itu juga cukup lumayan besar, yakni kurang lebih Rp 6 miliar.

“Maka, dengan anggaran perbaikan saat ini yang mencapai Rp 21 miliar ini, jangan ada kesalahan yang kedua,” ujarnya disampaikan kepada Jawa Pos Radar Tuban, Minggu (6/8).

Baca Juga :  Satu Semester 199 Pasangan di Tuban Ajukan Diska, Terbanyak dari Kecamatan Grabagan

Lebih lanjut, Ketua DPC PKB Tuban itu mengatakan, atensi khusus itu dilakukan karena masyarakat sudah sangat lelah menempuh jalur alternatif kala hendak ke Bojonegoro atau sebaliknya. Utamanya kendaraan roda empat.

- Advertisement -

“Perbaikan Jembatan Glendeng ini sangat diharapkan masyarakat. Mereka sudah terlalu lama lelah karena harus memutar cukup jauh melalui jalur alternatuf (menuju Bojonegoro atau sebaliknya, Red),” terang Miyadi.

Karena itu, tegas Miyadi, pemkab bersama DPRD akan berupaya memberikan kepastian kepada masyarakat agar perbaikan Jembatan Glendeng sesuai target dan spesifikasi.

“Targetnya sebelum akhir tahun harus sudah selesai,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Tuban juga memberikan atensi dalam proyek jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi menyebut, selama proses pengerjaan konstruksi jembatan yang dilakukan oleh PT Marga Karya akan diawasi banyak pihak. Selain oleh konsultan perencana dari PT Bhakti Persada, juga ada tim pendampingan kabupaten.

Baca Juga :  Buka 24 Jam, Penyeberangan Perahu Bengawan Solo Ini Gratiskan Anak Sekolah dan Petani

“Tim pendamping ini yang nanti akan ikut intens mengawasi. Setiap pekan, progres pembangunan akan dilakukan evaluasi,” ujarnya. (fud/tok)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru