25.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Terpantau Harga Cabai Mulai Naik di Sejumlah Pasar Tradisional Tuban

TUBAN – Sepekan terakhir ini, harga cabai di sejumlah pasar tradisional merangkak naik. Pemicunya, stok cabai yang diterima pedagang mengalami penyusutan dari beberapa pekan sebelumnya.

Kondisi itulah yang menyebabkan ketidakstabilan antara supply and demand, sehingga harga merangkak naik.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban di Pasar Baru Tuban, harga cabai jenis rawit telah menyentuh Rp 50 ribu per kilogram, dari pekan lalu di kisaran Rp 36-37 ribu.

Sedangkan cabai keriting, dari sebelumnya Rp 30 ribu merangkak menjadi Rp 34 ribu.

‘’Kenaikannya memang tidak langsung drastis, tapi pelanpelan,’’ kata Anis, salah satu pedagang kebutuhan bahan pokok.

Menurut pedagang 35 tahun tersebut, kenaikan harga cabai secara perlahan ini dipicu stok cabai dari petani yang terus berkurang.

Baca Juga :  Mendag Pastikan HET Minyak Goreng Berlaku di Pasar 3-4 Hari ke Depan

Itulah yang kemudian memicu berlakunya hukum ekonomi: harga menyesuaikan stok yang tersedia. Jika stok menipis, maka harga otomatis naik.

‘’Tapi sebabnya apa (stok menipis, Red), kami tidak tahu pasti,’’ ujarnya.

Hal serupa dikatakan Fathul Mu’in, pedagang lain di Pasar Baru Tuban. Pedagang berusia 45 tahun itu mengungkapkan, menipisnya stok cabai menyebabkan harga merangkak naik.

‘’Karena harganya naik, sehingga cabai yang dibeli juga tidak banyak. Otomatis, penjualan juga menyusut,’’ katanya.

Setali tiga uang disampaikan Ruti, pedagang cabai di Kecamatan Grabagan. Dia mengungkapkan, sejak harga cabai merangkak naik, lapaknya perlahan sepi.

‘’Harga cabai semakin mahal, jumlah pembeli semakin sedikit,’’ ujarnya.

Karena itu, dia berharap harga cabai kembali stabil. Namun demikian, petani cabai  juga tidak rugikan.

Baca Juga :  Sebelum Membeli, Ayo Cermati Spesifikasi iPhone 14 Ini!

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo mengatakan, naiknya harga cabai belakangan ini dipicu kemarau yang berkepanjangan.

Banyak petani cabai yang tidak bisa panen lama. Sehingga stok dari petani kian menipis.

‘’Beberapa upaya terus kami lakukan untuk men stabilkan harga. Salah satunya, mendatangkan cabai dari luar Tuban,’’ tandasnya. (an/tok)

TUBAN – Sepekan terakhir ini, harga cabai di sejumlah pasar tradisional merangkak naik. Pemicunya, stok cabai yang diterima pedagang mengalami penyusutan dari beberapa pekan sebelumnya.

Kondisi itulah yang menyebabkan ketidakstabilan antara supply and demand, sehingga harga merangkak naik.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban di Pasar Baru Tuban, harga cabai jenis rawit telah menyentuh Rp 50 ribu per kilogram, dari pekan lalu di kisaran Rp 36-37 ribu.

Sedangkan cabai keriting, dari sebelumnya Rp 30 ribu merangkak menjadi Rp 34 ribu.

‘’Kenaikannya memang tidak langsung drastis, tapi pelanpelan,’’ kata Anis, salah satu pedagang kebutuhan bahan pokok.

- Advertisement -

Menurut pedagang 35 tahun tersebut, kenaikan harga cabai secara perlahan ini dipicu stok cabai dari petani yang terus berkurang.

Baca Juga :  Tembus Tertinggi Sepanjang Sejarah, Menko: Ekonomi Indonesia Kian Tangguh

Itulah yang kemudian memicu berlakunya hukum ekonomi: harga menyesuaikan stok yang tersedia. Jika stok menipis, maka harga otomatis naik.

‘’Tapi sebabnya apa (stok menipis, Red), kami tidak tahu pasti,’’ ujarnya.

Hal serupa dikatakan Fathul Mu’in, pedagang lain di Pasar Baru Tuban. Pedagang berusia 45 tahun itu mengungkapkan, menipisnya stok cabai menyebabkan harga merangkak naik.

‘’Karena harganya naik, sehingga cabai yang dibeli juga tidak banyak. Otomatis, penjualan juga menyusut,’’ katanya.

Setali tiga uang disampaikan Ruti, pedagang cabai di Kecamatan Grabagan. Dia mengungkapkan, sejak harga cabai merangkak naik, lapaknya perlahan sepi.

‘’Harga cabai semakin mahal, jumlah pembeli semakin sedikit,’’ ujarnya.

Karena itu, dia berharap harga cabai kembali stabil. Namun demikian, petani cabai  juga tidak rugikan.

Baca Juga :  Harga 1 Kg Cabai Rawit Setara 6 Kg Beras Premium

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo mengatakan, naiknya harga cabai belakangan ini dipicu kemarau yang berkepanjangan.

Banyak petani cabai yang tidak bisa panen lama. Sehingga stok dari petani kian menipis.

‘’Beberapa upaya terus kami lakukan untuk men stabilkan harga. Salah satunya, mendatangkan cabai dari luar Tuban,’’ tandasnya. (an/tok)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img