Pasar minyak dunia kembali kehilangan pijakan. Dalam satu sesi perdagangan, harga terperosok tajam, mencerminkan betapa rapuhnya sentimen energi global ketika tensi geopolitik mulai melunak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business, indeks menguat 0,47 persen ke level 9.075,406, Kamis (15/1).
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,72 persen ke level 8.948,303, naik 63,579 poin, setelah sepanjang hari bergerak dalam rentang fluktuasi tajam.
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan optimisme Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menyentuh level itu tahun ini, pasar menangkapnya sebagai sinyal kepercayaan diri negara. Namun di balik nada optimistis tersebut, regulator memilih berdiri dengan kaki lebih menapak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak di area hijau pada awal sesi, indeks kehilangan tenaga dan berakhir turun 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471. Pasar kembali menunjukkan wajah rapuh: kenaikan cepat, koreksi lebih cepat.