25.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Politikus Belanda Menyobek Al Quran di Den Haag, Turki Panggil Dubes Belanda

Radartuban.jawapos.com – Pemerintah Turki pada Selasa memanggil Duta Besar Belanda di Ankara Joep Wijnands terkait insiden penyobekan salinan kitab suci Al Quran di Den Haag.

“Kami mengecam sangat keras atas serangan keji oleh seseorang anti Islam di Den Haag, Belanda, pada 22 Januari, terhadap kitab suci kami, Quran,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan.

Kemlu Turki mengatakan insiden di Belanda itu, yang terjadi setelah pembakaran salinan Quran di Swedia, menghina nilai-nilai suci umat Islam dan mengandung kejahatan kebencian.

“Tindakan keji itu… merupakan pernyataan yang jelas bahwa Islamofobia, diskriminasi dan xenofobia tidak mengenal batas di Eropa,” katanya.

Tindakan itu menyasar langsung hak-hak mendasar dan kebebasan, nilai-nilai moral dan toleransi sosial, yang bukan hanya dimiliki Muslim tetapi juga seluruh manusia, kata Kemlu Turki.

Baca Juga :  Mantan Pemain Newcastle Christian Atsu Dilaporkan Hilang Usai Gempa Turki

Tindakan tersebut juga mencederai kultur hidup bersama secara damai, tulis pernyataan itu.

Dubes Joep Wijnands diberi tahu bahwa Turki mengutuk “tindakan mengerikan dan keji” tersebut dan menuntut agar Belanda tidak membiarkan “tindakan provokatif” semacam itu.

“Kami berharap Pemerintah Belanda mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pelaku insiden itu dan menerapkan langkah-langkah konkret untuk mencegah insiden serupa terulang lagi,” kata pernyataan itu.

Pernyataan Turki tersebut muncul setelah Edwin Wagensveld, seorang politikus sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Pegida yang dinilai anti-Islam, pada Minggu menyobek sejumlah halaman mushaf Al Quran di Den Haag.

Video Wagensveld di Twitter memperlihatkan dirinya membakar sobekan halaman Quran itu dalam sebuah panci.

Baca Juga :  Apa dan Mengapa Gempa Bumi Turki

Insiden tersebut terjadi setelah peristiwa pembakaran salinan Al Quran di Swedia, yang telah mendapatkan izin dan perlindungan dari pemerintah setempat.

Turki menyebut insiden di Swedia itu sebagai “tindakan provokatif” dari “kejahatan kebencian”. (*)

Sumber: ANTARA

Radartuban.jawapos.com – Pemerintah Turki pada Selasa memanggil Duta Besar Belanda di Ankara Joep Wijnands terkait insiden penyobekan salinan kitab suci Al Quran di Den Haag.

“Kami mengecam sangat keras atas serangan keji oleh seseorang anti Islam di Den Haag, Belanda, pada 22 Januari, terhadap kitab suci kami, Quran,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan.

Kemlu Turki mengatakan insiden di Belanda itu, yang terjadi setelah pembakaran salinan Quran di Swedia, menghina nilai-nilai suci umat Islam dan mengandung kejahatan kebencian.

“Tindakan keji itu… merupakan pernyataan yang jelas bahwa Islamofobia, diskriminasi dan xenofobia tidak mengenal batas di Eropa,” katanya.

Tindakan itu menyasar langsung hak-hak mendasar dan kebebasan, nilai-nilai moral dan toleransi sosial, yang bukan hanya dimiliki Muslim tetapi juga seluruh manusia, kata Kemlu Turki.

- Advertisement -
Baca Juga :  Ombudsman Ukraina: 461 Anak Terbunuh Sejak Perang dengan Rusia

Tindakan tersebut juga mencederai kultur hidup bersama secara damai, tulis pernyataan itu.

Dubes Joep Wijnands diberi tahu bahwa Turki mengutuk “tindakan mengerikan dan keji” tersebut dan menuntut agar Belanda tidak membiarkan “tindakan provokatif” semacam itu.

“Kami berharap Pemerintah Belanda mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pelaku insiden itu dan menerapkan langkah-langkah konkret untuk mencegah insiden serupa terulang lagi,” kata pernyataan itu.

Pernyataan Turki tersebut muncul setelah Edwin Wagensveld, seorang politikus sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Pegida yang dinilai anti-Islam, pada Minggu menyobek sejumlah halaman mushaf Al Quran di Den Haag.

Video Wagensveld di Twitter memperlihatkan dirinya membakar sobekan halaman Quran itu dalam sebuah panci.

Baca Juga :  Uni Eropa Tolak Aturan "Made in USA" untuk Dukung Kendaraan Listrik

Insiden tersebut terjadi setelah peristiwa pembakaran salinan Al Quran di Swedia, yang telah mendapatkan izin dan perlindungan dari pemerintah setempat.

Turki menyebut insiden di Swedia itu sebagai “tindakan provokatif” dari “kejahatan kebencian”. (*)

Sumber: ANTARA

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img