25.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Mengganas, Satu Pasien DBD di Tuban Kembali Meninggal

TUBAN, Radar Tuban – Sebaran virus Aedes aegypti di Tuban kembali memakan korban. Beberapa hari lalu, satu pasien demam berdarah dengue (DBD) dikabarkan kembali meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr R. Soetomo Surabaya.

Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban Mashudi membenarkan pasien DBD yang kembali meninggal setelah dirujuk ke RSUD dr R. Soetomo Surabaya.

‘’Jadi, meninggal di RS Soetomo, bukan di RSUD Koesma,’’ katanya kepada Jawa Radar Tuban kemarin (22/2).

Diakui mantan kepala Puskesmas Prambontergayang, Kecamatan Soko ini, pasien asal Desa/Kecamatan Semanding itu sempat menjalani perawatan di RSUD Koesma selama dua hari. Selanjutnya, pada 17 Februari pasien dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan secara intensif. Namun, takdir berkata lain, nyawa pasien yang masih anak-anak itu tidak terselamatkan.

Baca Juga :  Kiat Memilih Makanan Manis untuk Buka Puasa. Desi : Masni Tak Berarti Gula

Menurut catatan Jawa Pos Radar Tuban, itu merupakan pasien kedua DBD yang meninggal selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, pada 21 Januari seorang bocah berumur enam tahun yang tinggal di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban meninggal di RSUD Koesma.

Sekretaris Dinkes P2KB Tuban Lulut Purwanto membenarkan pasien DBD yang kembali meninggal tersebut. Namun, detail datanya dia belum bisa menyampaikan.

‘’Kita sudah menerima informasi itu (pasien DBD meninggal dunia, Red), tapi untuk data pastinya kami belum menerima,’’ ujar Lulut, sapaan akrabnya. (tok/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Sebaran virus Aedes aegypti di Tuban kembali memakan korban. Beberapa hari lalu, satu pasien demam berdarah dengue (DBD) dikabarkan kembali meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr R. Soetomo Surabaya.

Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban Mashudi membenarkan pasien DBD yang kembali meninggal setelah dirujuk ke RSUD dr R. Soetomo Surabaya.

‘’Jadi, meninggal di RS Soetomo, bukan di RSUD Koesma,’’ katanya kepada Jawa Radar Tuban kemarin (22/2).

Diakui mantan kepala Puskesmas Prambontergayang, Kecamatan Soko ini, pasien asal Desa/Kecamatan Semanding itu sempat menjalani perawatan di RSUD Koesma selama dua hari. Selanjutnya, pada 17 Februari pasien dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan secara intensif. Namun, takdir berkata lain, nyawa pasien yang masih anak-anak itu tidak terselamatkan.

Baca Juga :  Jembatan Glendeng yang Tak Bertuan, Apakah Bisa Jadi Aset Provinsi?

Menurut catatan Jawa Pos Radar Tuban, itu merupakan pasien kedua DBD yang meninggal selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, pada 21 Januari seorang bocah berumur enam tahun yang tinggal di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban meninggal di RSUD Koesma.

- Advertisement -

Sekretaris Dinkes P2KB Tuban Lulut Purwanto membenarkan pasien DBD yang kembali meninggal tersebut. Namun, detail datanya dia belum bisa menyampaikan.

‘’Kita sudah menerima informasi itu (pasien DBD meninggal dunia, Red), tapi untuk data pastinya kami belum menerima,’’ ujar Lulut, sapaan akrabnya. (tok/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img