26.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Perumda Tirta Lestari Kesulitan Kembangkan Bisnis Air Minum Kemasan, Berikut Penyebabnya

TUBAN – Meski cukup eksis dan menjadi satu-satunya badan usaha milik daerah (BUMD) yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, namun masih belum ada rencana bagi Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Lestari Tuban untuk mengembangkan lini bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).

Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Lestari Tuban Agus Setyo Utomo mengungkapkan bahwa perusahaannya masih kesulitan untuk mengembangkan produk AMDK.

Di antara kendala yang dihadapi, yakni terlalu banyak pesaing, membutuhkan teknologi yang canggih, perizinannya lama, dan beberapa kenda lain.

‘’Membuat sebuah produk air minum dalam kemasan itu memerlukan waktu yang panjang,’’ paparnya.

Agus—sapaan akrabnya—mengatakan, banyak sekali pertimbangan ketika Perumda Tirta Lestari ingin mengembangkan lini bisnis di bidang air siap minum tersebut.

Baca Juga :  PPKM Sudah Lama Berakhir, Persidangan Masih Digelar Secara Online. Kok Bisa?

‘’Kalaupun kita ingin membuat suatu terobosan baru, jangan sampai menghabiskan kas induk kita,’’ ujarnya yang selama ini menjadi alasan Perumda Tirta Lestari tak kunjung mampu mengembangkan bisnis AMDK.

Kendati belum ada lini bisnis lain yang mampu dikembangkan, Agus menegaskan bahwa Perumda Tirta Lestari akan tetap mengoptimalkan pendapatan.

Salah satunya, mengembangkan jaringan yang belum tersentuh air perumda, seperti Singgahan, Kerek, Kenduruan, dan Senori.

‘’Di daerah tersebut sudah ada hippam-nya (himpunan penduduk air minum), namun nanti rencananya akan kami buat sumur bor di sana untuk memperluas pelayanan dari Perumda,’’ ungkapnya.

Agus menyampaikan, pada 2023 lalu, PADM Tirta Lestari berhasil membubuhkan PAD sebesar Rp 49,4 miliar.

Baca Juga :  Tanggal dan Jam Open Traffic Uji Coba Jalan Layang Djuanda pada Natal dan Tahun Baru 2024

‘’Untuk tahun ini ditargetkan Rp 51,2 miliar,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Perumda akan menambah 1.300 sambu ngan rumah (SR) baru yang tersebar di 14 kecamatan. (zia/tok)

TUBAN – Meski cukup eksis dan menjadi satu-satunya badan usaha milik daerah (BUMD) yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, namun masih belum ada rencana bagi Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Lestari Tuban untuk mengembangkan lini bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).

Kepala Bagian Umum Perumda Tirta Lestari Tuban Agus Setyo Utomo mengungkapkan bahwa perusahaannya masih kesulitan untuk mengembangkan produk AMDK.

Di antara kendala yang dihadapi, yakni terlalu banyak pesaing, membutuhkan teknologi yang canggih, perizinannya lama, dan beberapa kenda lain.

‘’Membuat sebuah produk air minum dalam kemasan itu memerlukan waktu yang panjang,’’ paparnya.

Agus—sapaan akrabnya—mengatakan, banyak sekali pertimbangan ketika Perumda Tirta Lestari ingin mengembangkan lini bisnis di bidang air siap minum tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga :  Hari Ini, 890 Jemaah Haji Kloter 18 dan 19 Menuju Tanah Suci

‘’Kalaupun kita ingin membuat suatu terobosan baru, jangan sampai menghabiskan kas induk kita,’’ ujarnya yang selama ini menjadi alasan Perumda Tirta Lestari tak kunjung mampu mengembangkan bisnis AMDK.

Kendati belum ada lini bisnis lain yang mampu dikembangkan, Agus menegaskan bahwa Perumda Tirta Lestari akan tetap mengoptimalkan pendapatan.

Salah satunya, mengembangkan jaringan yang belum tersentuh air perumda, seperti Singgahan, Kerek, Kenduruan, dan Senori.

‘’Di daerah tersebut sudah ada hippam-nya (himpunan penduduk air minum), namun nanti rencananya akan kami buat sumur bor di sana untuk memperluas pelayanan dari Perumda,’’ ungkapnya.

Agus menyampaikan, pada 2023 lalu, PADM Tirta Lestari berhasil membubuhkan PAD sebesar Rp 49,4 miliar.

Baca Juga :  Libur Empat Tahun, Cung-Ndhuk Kembali Digelar

‘’Untuk tahun ini ditargetkan Rp 51,2 miliar,’’ ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Perumda akan menambah 1.300 sambu ngan rumah (SR) baru yang tersebar di 14 kecamatan. (zia/tok)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img