25.7 C
Tuban
Saturday, 5 April 2025
spot_img
spot_img

Gerabah Perabot Dapur Semakin Menghilang

TUBAN, Radar Tuban –  Perabotan dapur berbahan tanah liat berangsur-angsur menghilang. Kini, di rumah jarang dijumpai perabot gerabah. Sebagai gantinya, di rak dapur berisi peralatan masak berbahan plastik, aluminium, besi, baja, dan baja karbon.

Sementara genuk (wadah air), ngaron (wadah nasi), kekep (penutup nasi di kukusan), bul (wadah untuk mandi), wajan tanah besar, buyung (wadah air kecil) hanya beberapa rumah saja yang masih mempertahankan.

Sentra perajin gerabah di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding pun sudah lama tak memproduksi perangkat dapur. Kini, yang masih diproduksi hanya kuali kecil untuk wadah ikan pindang, layah (cobek), dan panyaran (untuk membuat serabi).

Kaslim, 52, salah satu perajin gerabah di Kelurahan Karang mengatakan, tidak diproduksinya perabotan dapur karena sudah tidak ada penerusnya.

Baca Juga :  Dua SDN di Tuban yang Ditutup karena Kekurangan Murid akan Dibuka Kembali, Ini Alasannya

”Dulu, perabot seperti gendok dan peralatan lain dari tanah liat banyak ditemukan di sini. Setelah pembuatnya tua dan meninggal tidak ada penerusnya,” ujarnya.

Kalau pun memiliki penerus, lanjut Kaslim, mereka tidak lagi membuat perabot dapur. Namun, membuat gerabah yang mudah dijual, seperti kuali kecil dan pot bunga.

Sementara itu, Sumakno, 67, pembuat gerabah lain di kelurahan ini menambahkan, semua perajin gerabah di Karang kini hanya memproduksi kuali untuk wadah ikan pindang. Selama ini permintaannya cukup tinggi.

‘’Permintaan banyak dari Bawean, Gresik dan Bojonegoro,’’ ujarnya.

Menurutnya, para pebisnis ikan pindang lebih suka menggunakan kuali dari Tuban karena bahannya bagus. Ketika digunakan sebagai wadah ikan pindang tidak memengaruhi rasa ikan. Berbeda dengan daerah lain yang  tanahnya diambil dari Bengawan Solo. Gerabahnya berbau lumpur bengawan.

Baca Juga :  Massa Jarah Kapal Tongkang yang Tenggelam di Perairan Tuban

Kalau perajin gerabah di Karang, tanahnya mengambil dari Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. (fud/ds)

TUBAN, Radar Tuban –  Perabotan dapur berbahan tanah liat berangsur-angsur menghilang. Kini, di rumah jarang dijumpai perabot gerabah. Sebagai gantinya, di rak dapur berisi peralatan masak berbahan plastik, aluminium, besi, baja, dan baja karbon.

Sementara genuk (wadah air), ngaron (wadah nasi), kekep (penutup nasi di kukusan), bul (wadah untuk mandi), wajan tanah besar, buyung (wadah air kecil) hanya beberapa rumah saja yang masih mempertahankan.

Sentra perajin gerabah di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding pun sudah lama tak memproduksi perangkat dapur. Kini, yang masih diproduksi hanya kuali kecil untuk wadah ikan pindang, layah (cobek), dan panyaran (untuk membuat serabi).

Kaslim, 52, salah satu perajin gerabah di Kelurahan Karang mengatakan, tidak diproduksinya perabotan dapur karena sudah tidak ada penerusnya.

Baca Juga :  Ini Kerusakan pada Jembatan Glendeng, yang Pertama Paling Parah

”Dulu, perabot seperti gendok dan peralatan lain dari tanah liat banyak ditemukan di sini. Setelah pembuatnya tua dan meninggal tidak ada penerusnya,” ujarnya.

- Advertisement -

Kalau pun memiliki penerus, lanjut Kaslim, mereka tidak lagi membuat perabot dapur. Namun, membuat gerabah yang mudah dijual, seperti kuali kecil dan pot bunga.

Sementara itu, Sumakno, 67, pembuat gerabah lain di kelurahan ini menambahkan, semua perajin gerabah di Karang kini hanya memproduksi kuali untuk wadah ikan pindang. Selama ini permintaannya cukup tinggi.

‘’Permintaan banyak dari Bawean, Gresik dan Bojonegoro,’’ ujarnya.

Menurutnya, para pebisnis ikan pindang lebih suka menggunakan kuali dari Tuban karena bahannya bagus. Ketika digunakan sebagai wadah ikan pindang tidak memengaruhi rasa ikan. Berbeda dengan daerah lain yang  tanahnya diambil dari Bengawan Solo. Gerabahnya berbau lumpur bengawan.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Mobil, Bacaleg Nasdem Dipolisikan. Korban Unggah Kronologi di Medsos

Kalau perajin gerabah di Karang, tanahnya mengambil dari Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. (fud/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img