
BENDA BERSEJARAH: Salah satu artefak berbentuk koin tulisan aksara Tionghoa yang masih tersisa sampai sekarang. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
Penemuan artefak pada awal 2022 di Desa Wadung, Kecamatan Jenu luput dari pantauan instansi terkait. Kabar terbaru, satu persatu artefak yang diduga peninggalan masa Kerajaan Lamajang pada abad ke-XIII itu mulai hilang.
SALAH satu perangkat Desa Wadung, Kecamatan Jenu Saifur Rohman mengatakan, penemuan artefak bermula saat pengerukan aliran air proyek Pertamina Rosneft menggunakan alat berat.
‘’Awalnya dikira benda biasa. Setelah diamati ternyata benda-benda kuno,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Saat itu, terang Ifur—sapaan akrab Saifur Rohman—warga desa setempat langsung heboh, hingga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat.
Alhasil, banyak warga yang tiba-tiba mengambil beberapa artefak yang belum sempat dievakuasi pemerintah desa setempat.
‘’Jadi belum sempat diamankan semua,’’ tandasnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…