26.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Suasana di Rumah Mertua Buya Arrazy, Dubes RI di Ekuador Kirim Karangan Bunga

Radartuban.jawapos.com – Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Buya Arrazy Hasyim. Di depan kediaman Haji Muslik, mertua Buya Arrazy berderet karangan bunga ucapan duka cita. Tiga diantaranya dari keluarga Besar Dompet Duafa, Duta Besar RI di Ekuador Agung Kurniadi, dan Al Gibran Sekolah Alquran, sekolah HS, putra kedua Buya Arrazy yang meninggal.

Jawa Pos Radar Tuban yang setengah hari kemarin menyanggong di depan rumah duka
tidak mendapati rombongan pejabat maupun tokoh penting yang datang. Sebagian besar pentakziah adalah ibu-ibu warga sekitar. Mereka keluar masuk rumah duka dengan menenteng tas jinjing.

Mungkin, karena insiden meletusnya pistol pengawal yang menyebabkan putra kedua Buya Arrazy meninggal tersebut ‘’ditutup’’, tidak terlihat police line di lokasi kejadian. Begitu juga penjagaan aparat keamanan.

Baca Juga :  Buya Arrazy dan Istri Sudah Ikhlas, Begini Penuturan Santrinya

Untuk mendoakan putra kedua ulama yang juga pendiri dan pengasuh lembaga kajian ilmu tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah tersebut, setiap selesai salat Isyak digelar tahlilan di rumah duka.

Tahlilan pertama Rabu (22/6) malam. Jamaah tahlil yang jumlahnya puluhan orang tersebut meluber hingga ke halaman dan teras Musala Bahrun Najah. Musala ini berhadap-hadapan dengan rumah mertua Buya Arrazy.

Setelah insiden maut tersebut, sejumlah tetangga rumah mertua Buya Arrazy lebih banyak menutup diri. Tak banyak informasi berharga yang didapat wartawan koran ini yang mencoba mengorek informasi dari mereka.

‘’Setelah bunyi letusan, banyak darah menetes di halaman,’’ ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Begitu juga Kepala Desa Palang Agus Abdul Manan. Dia juga mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut, meski dirinya mendapat banyak cerita dari tetangga keluarga duka.

Baca Juga :  Insiden Oknum Aparat Diduga Pukuli dan Seret Mahasiswa Saat Demo di Tuban

“Itu hanya omongan tetangga saja, belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar dia yang memastikan hanya Buya Arrazy dan keluarganya yang mengetahui kejadian tersebut.

Sejak insiden letusan pistol tersebut, kata Agus, sapaan akrabnya, dirinya belum bertemu langsung dengan Buya Arrazy. Ketika mengikuti tahlil di rumah Haji Muslik, Rabu (22/6) setelah salat Isya, dia melihat ulama yang menyelesaikan studi S-3 Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu ikut mengaji.

“Ini buya masih di rumah mertuanya, kelihatannya baru akan kembali ke kediamannya di Jakarta setelah tujuh hari nanti,” imbuhnya. (fud/ds)

Radartuban.jawapos.com – Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Buya Arrazy Hasyim. Di depan kediaman Haji Muslik, mertua Buya Arrazy berderet karangan bunga ucapan duka cita. Tiga diantaranya dari keluarga Besar Dompet Duafa, Duta Besar RI di Ekuador Agung Kurniadi, dan Al Gibran Sekolah Alquran, sekolah HS, putra kedua Buya Arrazy yang meninggal.

Jawa Pos Radar Tuban yang setengah hari kemarin menyanggong di depan rumah duka
tidak mendapati rombongan pejabat maupun tokoh penting yang datang. Sebagian besar pentakziah adalah ibu-ibu warga sekitar. Mereka keluar masuk rumah duka dengan menenteng tas jinjing.

Mungkin, karena insiden meletusnya pistol pengawal yang menyebabkan putra kedua Buya Arrazy meninggal tersebut ‘’ditutup’’, tidak terlihat police line di lokasi kejadian. Begitu juga penjagaan aparat keamanan.

Baca Juga :  Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat, Jalankan Konsep Kolaborasi dan Sinergi

Untuk mendoakan putra kedua ulama yang juga pendiri dan pengasuh lembaga kajian ilmu tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah tersebut, setiap selesai salat Isyak digelar tahlilan di rumah duka.

Tahlilan pertama Rabu (22/6) malam. Jamaah tahlil yang jumlahnya puluhan orang tersebut meluber hingga ke halaman dan teras Musala Bahrun Najah. Musala ini berhadap-hadapan dengan rumah mertua Buya Arrazy.

- Advertisement -

Setelah insiden maut tersebut, sejumlah tetangga rumah mertua Buya Arrazy lebih banyak menutup diri. Tak banyak informasi berharga yang didapat wartawan koran ini yang mencoba mengorek informasi dari mereka.

‘’Setelah bunyi letusan, banyak darah menetes di halaman,’’ ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Begitu juga Kepala Desa Palang Agus Abdul Manan. Dia juga mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut, meski dirinya mendapat banyak cerita dari tetangga keluarga duka.

Baca Juga :  Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Nelayan Tuban Diimbau Tidak Melaut

“Itu hanya omongan tetangga saja, belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujar dia yang memastikan hanya Buya Arrazy dan keluarganya yang mengetahui kejadian tersebut.

Sejak insiden letusan pistol tersebut, kata Agus, sapaan akrabnya, dirinya belum bertemu langsung dengan Buya Arrazy. Ketika mengikuti tahlil di rumah Haji Muslik, Rabu (22/6) setelah salat Isya, dia melihat ulama yang menyelesaikan studi S-3 Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu ikut mengaji.

“Ini buya masih di rumah mertuanya, kelihatannya baru akan kembali ke kediamannya di Jakarta setelah tujuh hari nanti,” imbuhnya. (fud/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img