26.3 C
Tuban
Thursday, 22 January 2026
spot_img
spot_img

Pekan Ini Kembali Berpotensi Banjir Rob, Ini Prediksi Waktunya

TUBAN, Radar Tuban – Setelah memorak-porandakan kawasan pesisir Tuban sejak Senin (23/5) dan kemudian berangsur-angsur surut sehari berikut, banjir rob diprediksi kembali terjadi Senin (30/5) hari ini hingga Sabtu (4/6) mendatang. Waktunya pukul 09.00—12.00.

Prediksi tersebut kemarin dikemukakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto Padma kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dia mengatakan, banjir rob kali ini diperkirakan tidak separah yang pertama. Jika banjir rob pekan lalu tinggi gelombang lautnya mencapai 150—250 sentimeter (cm), pekan ini diperkiraan hanya 130—140 cm saja. Jika perkiraan tersebut meleset, Zem mengatakan, ketinggian gelombang tersebut tidak akan jauh dari 150 cm.

Baca Juga :  Tol Semarang-Demak Membantu Atasi Banjir Rob

‘’Dengan estimasi gelombang setinggi itu, banjir rob di daratan tingginya mencapai 20 cm. Paling buruk, sekitar setengah meter,’’ ujarnya.

Untuk lokasi paling rawan terdampak banjir rob, pria kelahiran Papua ini mengemukakan sama seperti banjir rob sebelumnya. Daerah tersebut, antara lain, pesisir Kecamatan Jenu dan Tambakboyo.

Electronic money exchangers listing

Menurut Zem, permukaan daratan pesisir di dua kecamatan tersebut  terbilang rendah dan permukaan air lautnya cenderung selalu tinggi. Untuk pesisir kota, lanjut dia, tidak begitu rawan. ‘’Itu karena secara topologis wilayah pesisir kota cukup tinggi,’’ terang mantan kepala Subbid Pelayanan BMKG Juanda Surabaya itu.

Ditanya pemicu banjir rob pekan ini, Mantan Kasubbid Pelayanan BMKG wilayah V Jayapura itu mengatakan, Zem menerangkan, sampai hari ini full flower blood moon atau sejajarnya antara bumi, bulan, dan matahari. Selain itu juga karena fenomena perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) belum berakhir. Fenomena itu mendorong terciptanya gelombang tinggi dan angin laut lebih kencang dari biasanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kerja Sama Konkret Industri dengan Indonesia-Afrika Selatan

Lebih lanjut dia menyampaikan, meski fenomena alam tersebut masih perkiraan, Zem meminta masyarakat untuk waspada. Utamanya masyarakat yang tinggal di pesisir dan para nelayan. Khusus nelayan, dia meminta mereka tidak melaut dengan pertimbangan keselamatan saja. (sab/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Setelah memorak-porandakan kawasan pesisir Tuban sejak Senin (23/5) dan kemudian berangsur-angsur surut sehari berikut, banjir rob diprediksi kembali terjadi Senin (30/5) hari ini hingga Sabtu (4/6) mendatang. Waktunya pukul 09.00—12.00.

Prediksi tersebut kemarin dikemukakan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto Padma kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dia mengatakan, banjir rob kali ini diperkirakan tidak separah yang pertama. Jika banjir rob pekan lalu tinggi gelombang lautnya mencapai 150—250 sentimeter (cm), pekan ini diperkiraan hanya 130—140 cm saja. Jika perkiraan tersebut meleset, Zem mengatakan, ketinggian gelombang tersebut tidak akan jauh dari 150 cm.

Baca Juga :  Tersisa Dua Hari, Proyek Alun-Alun dan GOR Tuntas, Rest Area Baru 65 Persen

‘’Dengan estimasi gelombang setinggi itu, banjir rob di daratan tingginya mencapai 20 cm. Paling buruk, sekitar setengah meter,’’ ujarnya.

Untuk lokasi paling rawan terdampak banjir rob, pria kelahiran Papua ini mengemukakan sama seperti banjir rob sebelumnya. Daerah tersebut, antara lain, pesisir Kecamatan Jenu dan Tambakboyo.

- Advertisement -

Menurut Zem, permukaan daratan pesisir di dua kecamatan tersebut  terbilang rendah dan permukaan air lautnya cenderung selalu tinggi. Untuk pesisir kota, lanjut dia, tidak begitu rawan. ‘’Itu karena secara topologis wilayah pesisir kota cukup tinggi,’’ terang mantan kepala Subbid Pelayanan BMKG Juanda Surabaya itu.

Ditanya pemicu banjir rob pekan ini, Mantan Kasubbid Pelayanan BMKG wilayah V Jayapura itu mengatakan, Zem menerangkan, sampai hari ini full flower blood moon atau sejajarnya antara bumi, bulan, dan matahari. Selain itu juga karena fenomena perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) belum berakhir. Fenomena itu mendorong terciptanya gelombang tinggi dan angin laut lebih kencang dari biasanya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Buka GIIAS, Menko: Insentif Pemerintah Disambut Positif Lewat Mobil Listrik

Lebih lanjut dia menyampaikan, meski fenomena alam tersebut masih perkiraan, Zem meminta masyarakat untuk waspada. Utamanya masyarakat yang tinggal di pesisir dan para nelayan. Khusus nelayan, dia meminta mereka tidak melaut dengan pertimbangan keselamatan saja. (sab/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img