25.7 C
Tuban
Saturday, 5 April 2025
spot_img
spot_img

Disdik Dukung Simulasi ANBK Radar Tuban

TUBAN, Radar Tuban – Untuk membangkitkan semangat belajar pasca sekolah daring yang berlangsung sekitar dua tahun, Jawa Pos Radar Tuban menggelar simulasi ujian asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).

Untuk mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tersebut, kemarin (12/4), jajaran manajemen Jawa Pos Radar Tuban,  Tulus Widodo (general manager), Ardian Ananto  (manajer iklan dan pemasaran), Dwi Setiyawan (pemred), Zakki Tamami (manajer event dan pengembangan usaha), dan perwakilan dari Edubrand bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Joko Prijono.

Tulus Widodo mengatakan, latar belakang kegiatan tersebut adalah menyesuaikan kebijakan pemerintah yang mengubah ujian nasional (UN) menjadi asesmen kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter.

Dia menyampaikan, untuk menerapkan implementasi sistem evaluasi belajar standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional, dibutuhkan persiapan matang. Salah satunya dengan mengikuti simulasi ANBK.

Baca Juga :  Belajar Medsos dan Konten Digital di Hari Kedua, Kru Mozais Antusias

Joko Prijono mendukung penuh ANBK yang digelar media yang menjadi  market leader di Tuban tersebut. Dia menegaskan, sebelum purnatugas dari disdik, dirinya ingin memiliki tinggalan konsep pendidikan yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan indeks pembangunan manusia yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan, menurut Joko, juga menjadi barometer sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (poleksosbud).

Mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban ini juga menyinggung era pendidikan ke depan yang mengusung konsep merdeka belajar dan guru penggerak, sebagaimana dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim.

”Esensi kemerdekaan berpikir dari merdeka belajar meninggalkan sistem lama yang konvensional,” ujar dia  didampingi Sufyan Hadi, kasubag umum disdik.

Baca Juga :  SMKN 1 Tuban Daftar Simulasi ANBK Radar Tuban

Simulasi ANBK, kata Joko, bagus untuk melatih kemampuan peserta didik. Apalagi lembaga pendidikan secara nasional saat ini terus berbenah. Salah satunya dengan membuat kurikulum merdeka yang sudah mulai diluncurkan untuk menjadi acuan pembelajaran baru yang lebih modern.

‘’Kegiatan ini bagus untuk melatih kemampuan siswa, apalagi soal sudah disesuaikan dengan kurikulum baru,’’ tuturnya. (yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Untuk membangkitkan semangat belajar pasca sekolah daring yang berlangsung sekitar dua tahun, Jawa Pos Radar Tuban menggelar simulasi ujian asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).

Untuk mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tersebut, kemarin (12/4), jajaran manajemen Jawa Pos Radar Tuban,  Tulus Widodo (general manager), Ardian Ananto  (manajer iklan dan pemasaran), Dwi Setiyawan (pemred), Zakki Tamami (manajer event dan pengembangan usaha), dan perwakilan dari Edubrand bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Joko Prijono.

Tulus Widodo mengatakan, latar belakang kegiatan tersebut adalah menyesuaikan kebijakan pemerintah yang mengubah ujian nasional (UN) menjadi asesmen kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter.

Dia menyampaikan, untuk menerapkan implementasi sistem evaluasi belajar standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional, dibutuhkan persiapan matang. Salah satunya dengan mengikuti simulasi ANBK.

Baca Juga :  Jumlah Sementara Peserta Festival Mozaik 7.091 Anak

Joko Prijono mendukung penuh ANBK yang digelar media yang menjadi  market leader di Tuban tersebut. Dia menegaskan, sebelum purnatugas dari disdik, dirinya ingin memiliki tinggalan konsep pendidikan yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan indeks pembangunan manusia yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

- Advertisement -

Pendidikan, menurut Joko, juga menjadi barometer sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (poleksosbud).

Mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban ini juga menyinggung era pendidikan ke depan yang mengusung konsep merdeka belajar dan guru penggerak, sebagaimana dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim.

”Esensi kemerdekaan berpikir dari merdeka belajar meninggalkan sistem lama yang konvensional,” ujar dia  didampingi Sufyan Hadi, kasubag umum disdik.

Baca Juga :  Campus Expo MGBK SMA Se-Kabupaten Tuban, Raih Asa dan Cita untuk Masa Depan

Simulasi ANBK, kata Joko, bagus untuk melatih kemampuan peserta didik. Apalagi lembaga pendidikan secara nasional saat ini terus berbenah. Salah satunya dengan membuat kurikulum merdeka yang sudah mulai diluncurkan untuk menjadi acuan pembelajaran baru yang lebih modern.

‘’Kegiatan ini bagus untuk melatih kemampuan siswa, apalagi soal sudah disesuaikan dengan kurikulum baru,’’ tuturnya. (yud/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img