LAMONGAN – Madrasah Mu’allimin Mu’allimat (MMA) Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat terus memperkuat pendidikan karakter bagi para santri.
Salah satunya melalui kegiatan upgrading dan talkshow bertema penolakan intoleransi, bullying, dan kekerasan yang digelar pada Ahad (10/5).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah itu menghadirkan alumni MMA angkatan 16, Achmad Reza Rafsanjani.
Saat ini Reza aktif sebagai Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur sekaligus peneliti kajian terorisme di ruang digital.
Dalam pemaparannya, dia mengajak siswa untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan saling peduli.
Menurut Reza, praktik bullying maupun kekerasan verbal masih kerap dianggap candaan biasa di lingkungan pergaulan pelajar.
Padahal, tindakan tersebut dapat meninggalkan dampak psikologis yang panjang bagi korban. Karena itu, para siswa diminta mulai membangun budaya saling menghargai dan menjaga ucapan terhadap sesama teman.
“Santri hebat bukan hanya yang kuat secara fisik, tetapi juga mampu menjaga akhlak dan melindungi temannya dari tindakan yang menyakiti,” ujarnya di hadapan peserta upgrading.
Selain menolak bullying dan intoleransi, Reza juga menekankan pentingnya disiplin dalam kehidupan santri. Mulai disiplin waktu, menaati aturan pondok, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar.
Dia mengajak siswa-siswi MMA untuk tidak takut speak up ketika menemukan tindakan kekerasan maupun perundungan di sekitar mereka.
Para santri juga diminta aktif membantu teman yang mengalami kesulitan serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
“Kepedulian sosial harus dibangun sejak dini agar tercipta lingkungan pesantren yang harmonis dan penuh persaudaraan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan upgrading juga menghadirkan Ananda Anisa Alfath sebagai pemateri public speaking dan MC.
Para siswa mendapat pelatihan dasar berbicara di depan umum, membangun rasa percaya diri, hingga teknik menjadi pembawa acara yang komunikatif.
Kepala Madrasah MMA, Feri Fathoni, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Dia berharap materi yang diberikan para narasumber dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren maupun luar madrasah.
“Harapannya siswa lebih peduli terhadap sesama, disiplin, memiliki akhlak yang baik, dan mampu membangun komunikasi yang positif untuk masa depan mereka,” katanya.
Kegiatan upgrading berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para siswa. MMA Sunan Drajat berharap kegiatan serupa mampu melahirkan generasi santri yang disiplin, peduli, serta menjadi pelopor perdamaian di lingkungan pendidikan dan masyarakat. (*)


