25.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban

Menatap Tahun Ajaran Baru Sebagai SMK Pusat Keunggulan

KEPALA SMK TJP Tuban Bambang Kusdiyanto mengatakan, terpilihnya SMK TJP sebagai SMK PK ini nantinya akan mendorong SMK TJP semakin berkembang. Dikemukakan dia, SMK PK ini merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 2021. Program SMK PK ini sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan secara kualitas dan kinerja.

Di antara program yang diterapkan dalam SMK PK ini, di antaranya menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi vokasi sebagai pendamping. Sehingga semakin matang dalam menyiapkan generasi lulusan siap kerja. ‘’Secara administrasi dan sarana-prasarana, SMK TJP dinilai layak menjadi SMK PK,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Angkat Kisah Cinta Putri Treteg, Teater Air Smaga Tuban Juara Nasional

Waka Humas SMK TJP Achmad Chairul Mizan, S.Pd. menambahkan, sejalan dengan terpilihnya SMK TJP sebagai SMK PK, pada tahun ini SMK TJP juga menerapkan Kurikulum Merdeka. Belum semua sekolah siap menjalankan kurikulum baru pengganti Kurikulum 2013 ini. Namun, dengan kemampuan yang dimiliki, SMK TJP selangkah lebih siap.

SELALU KOMPAK: Tengah, Kepala SMK TJP Tuban Bambang Kusdiyanto, ST., M.MPd. pose bersama jajaran waka dan seluruh pendidik SMK TJP.

Diterangkan Mizan, dengan Kurikulum Merdeka ini guru memiliki keleluasaan dalam menentukan format pembelajaran, mulai cara mengajar, materi esensial, serta pengalaman yang ingin diajarkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam pemahaman lebih luas, Kurikulum Merdeka ini memberikan ruang yang lebih terbuka kepada siswa untuk mengeksplor potensi pada setiap individu. Apabila konteksnya adalah SMK PK, maka kurikulum yang disusun menyesuaikan bidang keahlian. Jika yang dibutuhkan adalah sinkronisasi dengan dunia usaha, maka kurikulumnya harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri. ‘’Dengan begitu, siswa yang lulus benar-benar sudah siap dihadapkan dengan dunia kerja,’’ tandasnya. (tok)

KEPALA SMK TJP Tuban Bambang Kusdiyanto mengatakan, terpilihnya SMK TJP sebagai SMK PK ini nantinya akan mendorong SMK TJP semakin berkembang. Dikemukakan dia, SMK PK ini merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 2021. Program SMK PK ini sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan secara kualitas dan kinerja.

Di antara program yang diterapkan dalam SMK PK ini, di antaranya menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi vokasi sebagai pendamping. Sehingga semakin matang dalam menyiapkan generasi lulusan siap kerja. ‘’Secara administrasi dan sarana-prasarana, SMK TJP dinilai layak menjadi SMK PK,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dilematis Sekolah Hadapi Siswa Nakal, Boleh Disanksi Tak Boleh Dikeluarkan

Waka Humas SMK TJP Achmad Chairul Mizan, S.Pd. menambahkan, sejalan dengan terpilihnya SMK TJP sebagai SMK PK, pada tahun ini SMK TJP juga menerapkan Kurikulum Merdeka. Belum semua sekolah siap menjalankan kurikulum baru pengganti Kurikulum 2013 ini. Namun, dengan kemampuan yang dimiliki, SMK TJP selangkah lebih siap.

SELALU KOMPAK: Tengah, Kepala SMK TJP Tuban Bambang Kusdiyanto, ST., M.MPd. pose bersama jajaran waka dan seluruh pendidik SMK TJP.

Diterangkan Mizan, dengan Kurikulum Merdeka ini guru memiliki keleluasaan dalam menentukan format pembelajaran, mulai cara mengajar, materi esensial, serta pengalaman yang ingin diajarkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam pemahaman lebih luas, Kurikulum Merdeka ini memberikan ruang yang lebih terbuka kepada siswa untuk mengeksplor potensi pada setiap individu. Apabila konteksnya adalah SMK PK, maka kurikulum yang disusun menyesuaikan bidang keahlian. Jika yang dibutuhkan adalah sinkronisasi dengan dunia usaha, maka kurikulumnya harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri. ‘’Dengan begitu, siswa yang lulus benar-benar sudah siap dihadapkan dengan dunia kerja,’’ tandasnya. (tok)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img