26.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Pendapatan Wisata Naik Empat Kali Lipat, tapi Belum Sebanding dengan Swasta

‘’Itu (pendapatan di momen Lebaran, Red) sudah naik empat kali lipat,’’ tandas Wawan.

Meski berhasil menaikkan pendapatan hingga empat kali lipat. Namun, pendapatan itu tidak sebanding dengan wisata yang dikelola swasta.

Pantai Kelapa, misalnya. Dalam sehari, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 50 juta. Angka rata-rata itu berdasar kalkulasi puncak libur Lebaran dari tanggal 23 sampai 25 April.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Muhasan mengatakan, selama puncak libur Lebaran tiga hari itu, pendapatan Pantai Kelapa mencapai Rp 150 juta.

‘’(Selama tiga hari itu, Red) total kunjungan mendekati 15 ribu orang. Berarti rata-rata 5 ribu orang per hari, dikali harga tiket Rp 10 ribu per orang,’’ katanya.

Baca Juga :  Mas Bupati: Kelengkeng Merakurak adalah Produk Unggulan dalam OVOP

Artinya, pendapatan dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, yakni Pantai Boom, Gua Akbar, dan Pemandian Bektiharjo, masih kalah dengan pendapatan Pantai Kelapa. Bahkan tidak ada separo dari pendapatan wisata yang dikelola Pokdarwis tersebut.

Pun dengan wisata Air Terjun Nglirip. Pendapatan yang dihasilkan selama libur Lebaran juga jauh melampaui pendapatan wisata plat merah.

Ketua Pokdarwis Air Terjun Nglirip Multazam Dawud mengemukakan, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 30-35 juta per hari.

Dengan harga tiket masuk Rp 10 ribu per orang, maka rata-rata jumlah kunjungan per  hari mencapai 3 ribu orang.

‘’Tahun ini jumlah kunjungan wisata membludak. Lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab tahun ini sudah tidak ada lagi kebijakan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ tuturntya.

Baca Juga :  Di Tuban, Lokasi Wisata Ini Terus Ramai Dikunjungi Selama Liburan

Perihal pendapatan ketiga tempat wisata yang dikelola pemerintah belum sebanding dengan satu tempat wiasta yang dikelola swasta, Wawan menegaskan bahwa pendapatan dari masing-masing tempat wisata tidak untuk dibandingkan.

‘’Terpenting, bagaimana agar kunjungan wisata di Tuban ini terus meningkat, baik wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

‘’Itu (pendapatan di momen Lebaran, Red) sudah naik empat kali lipat,’’ tandas Wawan.

Meski berhasil menaikkan pendapatan hingga empat kali lipat. Namun, pendapatan itu tidak sebanding dengan wisata yang dikelola swasta.

Pantai Kelapa, misalnya. Dalam sehari, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 50 juta. Angka rata-rata itu berdasar kalkulasi puncak libur Lebaran dari tanggal 23 sampai 25 April.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Muhasan mengatakan, selama puncak libur Lebaran tiga hari itu, pendapatan Pantai Kelapa mencapai Rp 150 juta.

‘’(Selama tiga hari itu, Red) total kunjungan mendekati 15 ribu orang. Berarti rata-rata 5 ribu orang per hari, dikali harga tiket Rp 10 ribu per orang,’’ katanya.

- Advertisement -
Baca Juga :  Pelebaran Jalan Sukarno-Hatta Belum Ada Sosialisasi

Artinya, pendapatan dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, yakni Pantai Boom, Gua Akbar, dan Pemandian Bektiharjo, masih kalah dengan pendapatan Pantai Kelapa. Bahkan tidak ada separo dari pendapatan wisata yang dikelola Pokdarwis tersebut.

Pun dengan wisata Air Terjun Nglirip. Pendapatan yang dihasilkan selama libur Lebaran juga jauh melampaui pendapatan wisata plat merah.

Ketua Pokdarwis Air Terjun Nglirip Multazam Dawud mengemukakan, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 30-35 juta per hari.

Dengan harga tiket masuk Rp 10 ribu per orang, maka rata-rata jumlah kunjungan per  hari mencapai 3 ribu orang.

‘’Tahun ini jumlah kunjungan wisata membludak. Lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab tahun ini sudah tidak ada lagi kebijakan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ tuturntya.

Baca Juga :  Mas Bupati: Kelengkeng Merakurak adalah Produk Unggulan dalam OVOP

Perihal pendapatan ketiga tempat wisata yang dikelola pemerintah belum sebanding dengan satu tempat wiasta yang dikelola swasta, Wawan menegaskan bahwa pendapatan dari masing-masing tempat wisata tidak untuk dibandingkan.

‘’Terpenting, bagaimana agar kunjungan wisata di Tuban ini terus meningkat, baik wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img