26.5 C
Tuban
Friday, 4 April 2025
spot_img
spot_img

Berkunjung ke Wisata Kebun Kelengkeng Sugihan Tuban, Nikmati Buah Langsung dari Pohonnya

TUBAN – Manisnya rasa kelengkeng Sugihan berhasil memikat para penikmat buah dari dalam dan luar Tuban.

Akhir pekan lalu, misalnya. Serombongan bus wisata dari Kabupaten Gresik menyempatkan singgah ke kebun kelengkeng di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak.

Lebih kurang 30 orang turut dalam rombongan. Mereka tampak begitu menikmati kunjungan di area kebun kelengkeng yang dikelola oleh warga desa setempat tersebut.

Selain disambut rindangnya ratusan pohon kelengkeng, para pengunjung juga bisa memetik dan menikmati langsung manisnya rasa kelengkeng yang menjadi andalan Kota Tuban.

Andik, salah satu pengunjung mengatakan, tujuan utama ke Tuban adalah berwisata. Namun, tutur dia, rasanya belum lengkap jika tidak mampir di kebun kelengkeng Sugihan.

Baca Juga :  Tayangan Makan Brutal, Persoalan Adab dan Kesehatan

‘’Manisnya rasa kelengkeng Tuban (Sugihan) ini sudah masyhur di mana-mana. Itulah yang membuat kami penasaran. Dan akhirnya kesampaian juga menikmati kelengkeng Tuban dari kebunnya langsung,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Diakui Andik, rasa kelengkeng Sugihan memang beda dengan kelengkeng lain. Apalagi, dipetik dan dinikmati dari kebunnya langsung.

‘’Sangat berkesan, dan rasanya memang sangat manis,’’ ujarnya meninggalkan kesan tek terlupakan.

Sementara itu, Kasmonah, pemilik kebun kelengkeng yang dikunjungi para wisatawan dari Kota Pudak, itu mengaku senang karena kelengkeng Sugihan telah dikenal hingga luar Tuban.

‘’Alhamdulillah beberapa pekan terakhir ini banyak yang berkunjung,’’ tuturnya.

Diakui wanita paro baya itu, pohon kelengkeng di Desa Sugihan memang memiliki keunikan sendiri.

Baca Juga :  Bacaleg Partai Nonparlemen Berebut di ’’Dapil Gajah’’

Selain rasanya yang manis, juga bisa berbuah di luar musim kelengkeng pada umumnya.

‘’Seperti sekarang ini, sebenarnya tidak musimnya kelengkeng. Tapi di sini (Sugihan, Red), malah musimnya panen,’’ ujarnya bahwa dalam setahun bisa panen sampai empat kali.

Untuk harga jualnya, lanjut Kasmonah, buah yang berukuran kecil dipatok Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan yang ukuran besar Rp 40 ribu. (fud/tok)

TUBAN – Manisnya rasa kelengkeng Sugihan berhasil memikat para penikmat buah dari dalam dan luar Tuban.

Akhir pekan lalu, misalnya. Serombongan bus wisata dari Kabupaten Gresik menyempatkan singgah ke kebun kelengkeng di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak.

Lebih kurang 30 orang turut dalam rombongan. Mereka tampak begitu menikmati kunjungan di area kebun kelengkeng yang dikelola oleh warga desa setempat tersebut.

Selain disambut rindangnya ratusan pohon kelengkeng, para pengunjung juga bisa memetik dan menikmati langsung manisnya rasa kelengkeng yang menjadi andalan Kota Tuban.

Andik, salah satu pengunjung mengatakan, tujuan utama ke Tuban adalah berwisata. Namun, tutur dia, rasanya belum lengkap jika tidak mampir di kebun kelengkeng Sugihan.

- Advertisement -
Baca Juga :  Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pesisir, Hormati Laut sebagai Sumber Rezeki

‘’Manisnya rasa kelengkeng Tuban (Sugihan) ini sudah masyhur di mana-mana. Itulah yang membuat kami penasaran. Dan akhirnya kesampaian juga menikmati kelengkeng Tuban dari kebunnya langsung,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Diakui Andik, rasa kelengkeng Sugihan memang beda dengan kelengkeng lain. Apalagi, dipetik dan dinikmati dari kebunnya langsung.

‘’Sangat berkesan, dan rasanya memang sangat manis,’’ ujarnya meninggalkan kesan tek terlupakan.

Sementara itu, Kasmonah, pemilik kebun kelengkeng yang dikunjungi para wisatawan dari Kota Pudak, itu mengaku senang karena kelengkeng Sugihan telah dikenal hingga luar Tuban.

‘’Alhamdulillah beberapa pekan terakhir ini banyak yang berkunjung,’’ tuturnya.

Diakui wanita paro baya itu, pohon kelengkeng di Desa Sugihan memang memiliki keunikan sendiri.

Baca Juga :  Separo Parpol di Tuban Bakal Ganti Caleg, Tak Potensial?

Selain rasanya yang manis, juga bisa berbuah di luar musim kelengkeng pada umumnya.

‘’Seperti sekarang ini, sebenarnya tidak musimnya kelengkeng. Tapi di sini (Sugihan, Red), malah musimnya panen,’’ ujarnya bahwa dalam setahun bisa panen sampai empat kali.

Untuk harga jualnya, lanjut Kasmonah, buah yang berukuran kecil dipatok Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan yang ukuran besar Rp 40 ribu. (fud/tok)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img