27.1 C
Tuban
Wednesday, 28 January 2026
spot_img
spot_img

IHSG Tergelincir ke Jurang Sejarah, Penutupan 28 Januari 2026 Masuk Daftar Hitam Bursa

RADARBISNIS – Pasar modal Indonesia kembali diuji. Penutupan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 menjadi hari kelam bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks ambruk 7,35 persen, sebuah kejatuhan tajam yang langsung menempatkannya dalam 11 besar penutupan terburuk sepanjang sejarah IHSG.

Ini bukan sekadar koreksi harian. Angka itu menempatkan Januari 2026 sejajar dengan episode-episode krisis yang selama ini hanya hidup dalam buku sejarah pasar modal: krisis moneter Asia 1997–1998, krisis finansial global 2008, hingga gejolak utang Eropa 2011.

Masuk Klub Krisis, Sejajar 1998 dan 2008

Data Stockwise mencatat, rekor penutupan terburuk IHSG masih dipegang 8 Januari 1998 dengan kejatuhan 11,95 persen.

Electronic money exchangers listing

Disusul 8 Oktober 2008 sebesar 10,38 persen, saat krisis finansial global mengguncang dunia.

Nama 28 Januari 2026 kini tercetak dalam daftar itu—bersama tanggal-tanggal penuh trauma pasar:

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Siang Ini, Jumat 23 Agustus 2024

– 14 Oktober 2002 (-10,36%)

– 6 Oktober 2008 (-10,03%)

– 12 Februari 1998 (-9,29%)

– 22 September 2011 (-8,88%)

Masuknya 2026 dalam barisan tersebut menunjukkan satu hal: tekanan yang terjadi kali ini bukan peristiwa ringan atau anomali sesaat.

Tekanan Berlapis, Bukan Satu Sumber

Keunikan kejatuhan kali ini terletak pada sifat tekanannya yang simultan. Bukan hanya sentimen global, bukan pula semata faktor domestik.

Pasar membaca risiko dari berbagai arah sekaligus—menciptakan efek domino yang cepat dan brutal.

Aksi jual masif terjadi hampir di seluruh sektor, menandakan kepanikan yang tidak lagi selektif.

Saat investor tak lagi memilah saham, melainkan berlomba keluar, pasar kehilangan penyangga.

Psikologi Pasar Berubah: Dari Waspada ke Takut

Penurunan tajam seperti ini tidak hanya menggerus kapitalisasi pasar, tetapi juga kepercayaan.

Baca Juga :  Prabowo Bertemu Para Pimpinan Perusahaan AS: Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia

Secara historis, hari-hari dengan penurunan di atas 7 persen selalu menandai perubahan fase psikologi investor: dari optimisme berhati-hati menjadi ketakutan terbuka.

Itu yang membuat tanggal ini penting. Bukan sekadar angka merah di layar perdagangan, melainkan sinyal bahwa pasar sedang mencari dasar baru—dan belum tentu menemukannya dalam waktu dekat.

Ujian Kredibilitas dan Kesabaran

Bagi otoritas dan pelaku pasar, ini bukan sekadar ujian teknis, tetapi ujian kredibilitas. Sejarah mencatat, setiap krisis besar selalu menyisakan dua hal: korban dan pelajaran.

Mereka yang bertahan bukan yang paling berani, melainkan yang paling disiplin membaca risiko.

IHSG pernah jatuh lebih dalam. Tapi setiap luka lama selalu meninggalkan bekas. Dan 28 Januari 2026 kini resmi menjadi salah satu bekas itu—tercatat, tak terbantahkan, dan sulit diabaikan. (*)

RADARBISNIS – Pasar modal Indonesia kembali diuji. Penutupan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 menjadi hari kelam bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks ambruk 7,35 persen, sebuah kejatuhan tajam yang langsung menempatkannya dalam 11 besar penutupan terburuk sepanjang sejarah IHSG.

Ini bukan sekadar koreksi harian. Angka itu menempatkan Januari 2026 sejajar dengan episode-episode krisis yang selama ini hanya hidup dalam buku sejarah pasar modal: krisis moneter Asia 1997–1998, krisis finansial global 2008, hingga gejolak utang Eropa 2011.

Masuk Klub Krisis, Sejajar 1998 dan 2008

Data Stockwise mencatat, rekor penutupan terburuk IHSG masih dipegang 8 Januari 1998 dengan kejatuhan 11,95 persen.

- Advertisement -

Disusul 8 Oktober 2008 sebesar 10,38 persen, saat krisis finansial global mengguncang dunia.

Nama 28 Januari 2026 kini tercetak dalam daftar itu—bersama tanggal-tanggal penuh trauma pasar:

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  IHSG Tancap Gas Lagi! Naik 0,22 Persen ke 8.184, Sinyal Rebound Mulai Nyala

– 14 Oktober 2002 (-10,36%)

– 6 Oktober 2008 (-10,03%)

– 12 Februari 1998 (-9,29%)

– 22 September 2011 (-8,88%)

Masuknya 2026 dalam barisan tersebut menunjukkan satu hal: tekanan yang terjadi kali ini bukan peristiwa ringan atau anomali sesaat.

Tekanan Berlapis, Bukan Satu Sumber

Keunikan kejatuhan kali ini terletak pada sifat tekanannya yang simultan. Bukan hanya sentimen global, bukan pula semata faktor domestik.

Pasar membaca risiko dari berbagai arah sekaligus—menciptakan efek domino yang cepat dan brutal.

Aksi jual masif terjadi hampir di seluruh sektor, menandakan kepanikan yang tidak lagi selektif.

Saat investor tak lagi memilah saham, melainkan berlomba keluar, pasar kehilangan penyangga.

Psikologi Pasar Berubah: Dari Waspada ke Takut

Penurunan tajam seperti ini tidak hanya menggerus kapitalisasi pasar, tetapi juga kepercayaan.

Baca Juga :  Prabowo Bertemu Para Pimpinan Perusahaan AS: Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia

Secara historis, hari-hari dengan penurunan di atas 7 persen selalu menandai perubahan fase psikologi investor: dari optimisme berhati-hati menjadi ketakutan terbuka.

Itu yang membuat tanggal ini penting. Bukan sekadar angka merah di layar perdagangan, melainkan sinyal bahwa pasar sedang mencari dasar baru—dan belum tentu menemukannya dalam waktu dekat.

Ujian Kredibilitas dan Kesabaran

Bagi otoritas dan pelaku pasar, ini bukan sekadar ujian teknis, tetapi ujian kredibilitas. Sejarah mencatat, setiap krisis besar selalu menyisakan dua hal: korban dan pelajaran.

Mereka yang bertahan bukan yang paling berani, melainkan yang paling disiplin membaca risiko.

IHSG pernah jatuh lebih dalam. Tapi setiap luka lama selalu meninggalkan bekas. Dan 28 Januari 2026 kini resmi menjadi salah satu bekas itu—tercatat, tak terbantahkan, dan sulit diabaikan. (*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img
/