Mulai Juli Mata Pelajaran PPKN Diganti Pendidikan Pancasila

TUBAN, Radar Tuban – Mulai semester genap 2022 yang berlangsung Juli mendatang, mata pelajaran (mapel) pancasila dan pendidikan kewarganegaraan (PPKn) dihapus. Sebagai gantinya, dicetuskan mapel baru pendidikan Pancasila.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Joko Prijono menyampaikan, kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4  Tahun 2022  tentang Standar Nasional Indonesia.

Joko, sapaan akrabnya menjelaskan, kebijakan penghapusan mapel PPKn dan munculnya pendidikan Pancasila tersebut untuk penyegaran. Tujuannya, mengupas ilmu Pancasila dan seluk beluk kewarganegaraan dengan  metodologi serta isu-isu yang paling mutakhir.

Dia menyampaikan, mapel pendidikan Pancasila terbentuk dari kerja sama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca Juga :  Endapan Lumpur Akibat Banjir Bandang Ganggu Aktivitas Belajar-Mengajar

Untuk menyiapkan materi ajarnya, BPIP sudah menerbitkan 15 judul buku untuk mendukung mapel pendidikan Pancasila.

Mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Tuban ini melanjutkan, 15 judul buku tersebut  disiapkan untuk semua jenjang. Mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Diajarkannya pendidikan Pancasila pada semua jenjang, kata Joko, diharapkan kepancasilaan sampai ke akarnya.

‘’Secara formal mapel PPKn tidak diajarkan di jenjang PAUD. Mapel PPKn di jenjang PAUD dan TK hanya diajarkan secara implisit. Berbeda dengan pendidikan Pancasila mendatang,’’ ujar pejabat yang memiliki usaha katering ini.

Joko berharap mapel pendidikan Pancasila diterima peserta didik. Pertimbangan utamanya, pengetahuan Pancasila amat penting. Bagi para peserta didik yang mayoritas berusia anak-anak hingga remaja, mapel pendidikan Pancasila ini akan menjadi pondasi dalam hidup bersosial dan berwarga negara.

Baca Juga :  Kemacetan Jalan Gajah Mada Terurai 2023

‘’Untuk media perbaikan karakter, moral, dan pendalaman norma,’’ imbuhnya.

Joko juga berharap mapel pendidikan Pancasila yang mulai diajarkan pada Juli mendatang tersebut tidak menjadikan peserta didik kelak  setelah dewasa tidak konsen pada simbol-simbol Pancasila. Menurut dia, pengamalan Pancasila lebih penting daripada pembentukan simbol-simbolnya. Sebab, hal tersebut berpengaruh terhadap perilaku seseorang di masyarakat. (sab/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Mulai semester genap 2022 yang berlangsung Juli mendatang, mata pelajaran (mapel) pancasila dan pendidikan kewarganegaraan (PPKn) dihapus. Sebagai gantinya, dicetuskan mapel baru pendidikan Pancasila.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Joko Prijono menyampaikan, kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4  Tahun 2022  tentang Standar Nasional Indonesia.

Joko, sapaan akrabnya menjelaskan, kebijakan penghapusan mapel PPKn dan munculnya pendidikan Pancasila tersebut untuk penyegaran. Tujuannya, mengupas ilmu Pancasila dan seluk beluk kewarganegaraan dengan  metodologi serta isu-isu yang paling mutakhir.

Dia menyampaikan, mapel pendidikan Pancasila terbentuk dari kerja sama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca Juga :  Apakah Ibu Hamil Boleh Berpuasa? Dokter Bolehkan dengan Syarat Berikut

Untuk menyiapkan materi ajarnya, BPIP sudah menerbitkan 15 judul buku untuk mendukung mapel pendidikan Pancasila.

- Advertisement -

Mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Tuban ini melanjutkan, 15 judul buku tersebut  disiapkan untuk semua jenjang. Mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Diajarkannya pendidikan Pancasila pada semua jenjang, kata Joko, diharapkan kepancasilaan sampai ke akarnya.

‘’Secara formal mapel PPKn tidak diajarkan di jenjang PAUD. Mapel PPKn di jenjang PAUD dan TK hanya diajarkan secara implisit. Berbeda dengan pendidikan Pancasila mendatang,’’ ujar pejabat yang memiliki usaha katering ini.

Joko berharap mapel pendidikan Pancasila diterima peserta didik. Pertimbangan utamanya, pengetahuan Pancasila amat penting. Bagi para peserta didik yang mayoritas berusia anak-anak hingga remaja, mapel pendidikan Pancasila ini akan menjadi pondasi dalam hidup bersosial dan berwarga negara.

Baca Juga :  Mahasiswa Kembali Turun Jalan, Desak Audit BPH Migas-Kemenkeu

‘’Untuk media perbaikan karakter, moral, dan pendalaman norma,’’ imbuhnya.

Joko juga berharap mapel pendidikan Pancasila yang mulai diajarkan pada Juli mendatang tersebut tidak menjadikan peserta didik kelak  setelah dewasa tidak konsen pada simbol-simbol Pancasila. Menurut dia, pengamalan Pancasila lebih penting daripada pembentukan simbol-simbolnya. Sebab, hal tersebut berpengaruh terhadap perilaku seseorang di masyarakat. (sab/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru