Fakultas Kedokteran Unisma Tambah Kerja Sama

Radartuban.jawapos.com – Fakultas Kedokteran (FK) Unisma punya terobosan baru yakni dengan menggandeng rumah sakit pendidikan. Berkat rumah sakit pendidikan tersebut mahasiswa Unisma dapat lulus 8 kali first taker UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter) 100 persen.

Rumah sakit tersebut diantaranya RSUD Kanjuruhan di Kepanjen, RS Mardi Waluyo di Bli tar, dan terbaru RSUD H Muhammad Anwar di Sumenep.

Dekan FK Unisma dr Rahma Triliana MKes PhD mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan setempat, untuk menjajaki RSUD H Muhammad Anwar sebagai RS pendidikan Unisma.

Rahma menyebutkan bahwa dengan ada nya FK kedokteran, Unisma ini mendorong percepatan di daerah Sumenep.

”Selain itu lulusan FK Unisma berasal dari Sumenep banyak bekerja sebagai dokter. Ada 9 orang lulusan juga sudah berada di Sumenep dan bekerja di RS Sumenep ini,” kata dia.

Baca Juga :  Gubernur Terapkan Sembilan Kebijakan Baru PPDB

Dengan adanya RS pendidikan ini, harapannya FK Unisma tak hanya ahli mencetak dokter, namun menghasilkan ilmuwan yang andal.

Ini sejalan dengan kekuatan FK Unisma yang mampu menggali ilmu pengetahuan melalui penelitian. Salah satunya dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati jadi bahan alam di bidang kedokteran berbasis etnis.

”Tak hanya mengembangkan pendidikan profesi sebagai dokter, kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti yang andal juga kami cetak. Mahasiswa bisa memahami dan menggali tentang obat-obat tradisional juga bahan alam hayati digunakan untuk pengobatan,” tegasnya.

Rektor Unisma Prof Maskuri MSi mengatakan FK Unisma tak hanya menerima mahasiswa muslim saja namun non muslim juga dapat mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Unisma. Sebab Unisma adalah kampus muktikultural.

Baca Juga :  SMKN 1 Tuban, SMKN Terbaik se-Kabupaten Tuban

”Ini bukan hanya FK, namun semua Fakuktas di Unisma memberikan kebebasan. Prinsipnya mengayomi perbedaan suku, etnis, maupun agama. Intinya sebagai kampus pelopor anti radikalisme, intoleransi, dan menguatkan moderasi beragama,” kata Maskuri.

Sebagai informasi saat ini FK Unisma membuka pendaftaran gelombang 3 jalur reguler dan pesantren. Lewat jalur pesantren, calon mahasiswa akan mendapatkan keringanan DPP. Segera daftarkan diri menjadi bagian dari Fakultas Kedoteran Unisma, sebab pendaftaran fakultas kedokteran gelombang 3 akan berakhir pada 8 Agustus 2022. (rof/dik)

Radartuban.jawapos.com – Fakultas Kedokteran (FK) Unisma punya terobosan baru yakni dengan menggandeng rumah sakit pendidikan. Berkat rumah sakit pendidikan tersebut mahasiswa Unisma dapat lulus 8 kali first taker UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter) 100 persen.

Rumah sakit tersebut diantaranya RSUD Kanjuruhan di Kepanjen, RS Mardi Waluyo di Bli tar, dan terbaru RSUD H Muhammad Anwar di Sumenep.

Dekan FK Unisma dr Rahma Triliana MKes PhD mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan setempat, untuk menjajaki RSUD H Muhammad Anwar sebagai RS pendidikan Unisma.

Rahma menyebutkan bahwa dengan ada nya FK kedokteran, Unisma ini mendorong percepatan di daerah Sumenep.

”Selain itu lulusan FK Unisma berasal dari Sumenep banyak bekerja sebagai dokter. Ada 9 orang lulusan juga sudah berada di Sumenep dan bekerja di RS Sumenep ini,” kata dia.

- Advertisement -
Baca Juga :  Fasilitasnya Unggul, Fakultas Kedokteran Unisma Diburu Calon Mahasiswa Baru

Dengan adanya RS pendidikan ini, harapannya FK Unisma tak hanya ahli mencetak dokter, namun menghasilkan ilmuwan yang andal.

Ini sejalan dengan kekuatan FK Unisma yang mampu menggali ilmu pengetahuan melalui penelitian. Salah satunya dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati jadi bahan alam di bidang kedokteran berbasis etnis.

”Tak hanya mengembangkan pendidikan profesi sebagai dokter, kemampuan mahasiswa untuk menjadi peneliti yang andal juga kami cetak. Mahasiswa bisa memahami dan menggali tentang obat-obat tradisional juga bahan alam hayati digunakan untuk pengobatan,” tegasnya.

Rektor Unisma Prof Maskuri MSi mengatakan FK Unisma tak hanya menerima mahasiswa muslim saja namun non muslim juga dapat mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Unisma. Sebab Unisma adalah kampus muktikultural.

Baca Juga :  11 Tahun Menjadi Guru PAUD, Nur: Anak-Anak sebagai Guru Kehidupannya

”Ini bukan hanya FK, namun semua Fakuktas di Unisma memberikan kebebasan. Prinsipnya mengayomi perbedaan suku, etnis, maupun agama. Intinya sebagai kampus pelopor anti radikalisme, intoleransi, dan menguatkan moderasi beragama,” kata Maskuri.

Sebagai informasi saat ini FK Unisma membuka pendaftaran gelombang 3 jalur reguler dan pesantren. Lewat jalur pesantren, calon mahasiswa akan mendapatkan keringanan DPP. Segera daftarkan diri menjadi bagian dari Fakultas Kedoteran Unisma, sebab pendaftaran fakultas kedokteran gelombang 3 akan berakhir pada 8 Agustus 2022. (rof/dik)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru