28.5 C
Tuban
Wednesday, 14 January 2026

NAMA EDITOR

Tulus Widodo

IHSG Menguat di Tengah Tekanan, Sinyal Akumulasi Mulai Terbaca di Awal Tahun

Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,72 persen ke level 8.948,303, naik 63,579 poin, setelah sepanjang hari bergerak dalam rentang fluktuasi tajam.

Menkeu Purbaya Bidik IHSG Tembus 10 Ribu, OJK Ingatkan Syarat Berat di Balik Optimisme Pemerintah

Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan optimisme Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menyentuh level itu tahun ini, pasar menangkapnya sebagai sinyal kepercayaan diri negara. Namun di balik nada optimistis tersebut, regulator memilih berdiri dengan kaki lebih menapak.

IHSG Tergelincir di Akhir Perdagangan, Tekanan Jual Menutup Optimisme Awal Sesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak di area hijau pada awal sesi, indeks kehilangan tenaga dan berakhir turun 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471. Pasar kembali menunjukkan wajah rapuh: kenaikan cepat, koreksi lebih cepat.

Harga Emas Antam Naik Lagi, Pasar Domestik Menguat di Tengah Tren Fluktuatif Global

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga emas satu gram terkerek Rp 2.000 hingga menyentuh Rp 2.415.000 per gram. Kenaikan kecil yang justru mempertegas tren fluktuatif tajam dalam beberapa hari terakhir.

Industri Manufaktur Asia Melemah di Tengah Tekanan Global, Indonesia Muncul Sebagai Pengecualian Tangguh

Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang, Korea Selatan, hingga Taiwan kembali melambat, menandai permintaan global yang belum pulih. Namun di tengah lesunya kawasan, justru Indonesia bersama Vietnam dan Malaysia bangkit menjadi pengecualian yang memberi warna berbeda.

IHSG Terkoreksi Harian, Namun Kinerja Sebulan Terakhir Masih Mengilap!

Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari ini, terselip fakta yang justru menguatkan: laju akumulasi 30 hari terakhir masih solid di zona hijau. Pasar seperti mengirim pesan berlapis—fluktuatif di permukaan, tetapi tetap bergerak naik dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Struktur Pemilik Bank Digital BBYB Berubah, Siapakah Pengendali Saham Terbesar?

Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan emiten bank digital tersebut bergeser. Pergerakan saham di balik meja justru semakin mempertegas satu hal: BBYB sedang memasuki fase konsolidasi para pemilik modal, sementara harga sahamnya berlari kencang di lantai bursa.

IHSG Tersengal di Zona Merah, Pasar Masih Ragu Menguat: Kapitalisasi Pasar Tetap Kokoh di Atas Rp 15.000 Triliun!

Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX ditutup di level 8.414,352, turun 5,564 poin atau -0,07 persen. Pelemahan ini kecil, tetapi cukup menggambarkan bahwa arus transaksi belum benar-benar menemukan tenaga dorong yang solid.

Laba Melambat, Pencadangan Melonjak: BCA Jaga Fondasi di Tengah Tekanan Margin

Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) edisi Oktober 2025. Dikutip dari Investor.id, bank dengan kode emiten BBCA itu membukukan laba bersih individual Rp 4,68 triliun.

BI-Rate Tetap 4,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Pacu Pertumbuhan 2026

Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar dua hari, 18–19 November 2025, mengambil keputusan yang mencerminkan satu pesan besar: stabilitas tidak boleh goyah satu inci pun. Dalam tekanan dinamika global yang makin sulit ditebak, BI menahan BI-Rate di level 4,75 persen, tetap menjaga suku bunga Deposit Facility 3,75 persen, dan Lending Facility 5,50 persen.

Latest news