Peta kekayaan Asia kembali bergerak dinamis pada 2026. Nama-nama besar masih bertahan, tetapi tekanan dari sektor teknologi dan energi membuat persaingan semakin sengit.
Peta kekayaan para konglomerat di Asia Tenggara kembali menjadi sorotan. Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki deretan taipan bisnis yang menguasai sektor strategis mulai dari perbankan, energi, tambang, hingga industri makanan.
Daftar Top 10 Orang Terkaya ASEAN 2025 yang dirilis seasia.stats dengan rujukan Forbes Real-Time Billionaires 2025 menempatkan taipan Indonesia sebagai penguasa mutlak papan atas, dengan Prajogo Pangestu memimpin jauh di posisi pertama.
Jurang kekayaan global semakin menganga. Daftar Top 100 Richest People in the World terbaru yang dirilis Forbes menunjukkan satu fakta mencolok: Elon Musk melaju sendirian di puncak, jauh meninggalkan para pesaingnya.
Lonjakan liar saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang tembus ribuan persen sepanjang 2025 ternyata mengarah pada satu nama kunci: Suganto Gunawan. Komisaris utama yang jarang tampil di media ini diam-diam mengendalikan CBRE melalui perusahaan investasinya, PT Omudas Investment.
Sebagai salah satu industri yang terus tumbuh berkembang dengan cepat, industri kosmetik dan kecantikan menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan. Menariknya, beberapa yang menggeluti bisnis ini di antaranya adalah perempuan.
Sejumlah konglomerat papan atas Indonesia diketahui berkecimpung dalam bisnis pembangkit listrik di Tanah Air. Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Panas Bumi (PLTP), Uap (PLTU), hingga Tenaga Air (PLTA).
Sektor telekomunikasi merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Bahkan, bisnis sektor komunikasi ini banyak melahirkan orang-orang terkaya, termasuk di Indonesia.Â
Hingga Rabu (7/8), sebanyak 385.079 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengikuti program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) untuk mengembangkan usaha mereka.