30.7 C
Tuban
Wednesday, 4 February 2026
spot_img
spot_img

Elon Musk Melesat Sendirian, Daftar 100 Orang Terkaya Dunia Kian Didominasi Teknologi

RADARBISNIS – Jurang kekayaan global semakin menganga. Daftar Top 100 Richest People in the World terbaru yang dirilis Forbes menunjukkan satu fakta mencolok: Elon Musk melaju sendirian di puncak, jauh meninggalkan para pesaingnya.

Pendiri Tesla, SpaceX, dan xAI itu tercatat memiliki kekayaan USD 854,4 miliar. Angka yang bukan sekadar rekor, tapi juga simbol pergeseran kekuatan ekonomi dunia ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Data ini dibagikan oleh akun X @Globalstats11, yang merangkum peringkat orang terkaya dunia berdasarkan laporan Forbes.

Teknologi Jadi Mesin Kekayaan Utama

Di bawah Musk, dominasi Amerika Serikat nyaris absolut. Nama-nama besar dari Silicon Valley memenuhi papan atas: Larry Page (USD 281,5 miliar), Sergey Brin (USD 259,7 miliar), Jeff Bezos (USD 248,1 miliar), hingga Mark Zuckerberg (USD 239,6 miliar).

Electronic money exchangers listing

Fakta ini menegaskan satu hal: nilai ekonomi masa depan kini ditentukan oleh data, algoritma, dan platform digital, bukan lagi semata industri konvensional.

Baca Juga :  385 Ribu UMKM Ikuti Program Jakpreneur untuk Kembangkan Usaha

Sektor teknologi bukan hanya menciptakan perusahaan raksasa, tetapi juga mempercepat akumulasi kekayaan pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Eropa Bertahan, Asia Terpecah

Dari Eropa, Bernard Arnault & keluarga (Prancis) berada di posisi ketujuh dengan USD 161,6 miliar, menjadi wajah lama industri barang mewah yang masih mampu bertahan di tengah gelombang digitalisasi.

Sementara Asia tampil kontras. Mukesh Ambani (India) masih menjaga posisi di 20 besar dengan USD 101,5 miliar.

Namun nama-nama besar China seperti Zhang Yiming, Ma Huateng, hingga Jack Ma berada jauh di bawah dominasi elite Amerika.

Tekanan regulasi, perlambatan ekonomi, dan ketegangan geopolitik tampak jelas memengaruhi distribusi kekayaan di kawasan Asia.

Indonesia Masuk Radar Dunia

Dari Asia Tenggara, Prajogo Pangestu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di daftar 100 besar. Dengan kekayaan USD 28,8 miliar, Prajogo berada di peringkat ke-76 dunia.

Baca Juga :  Inilah 5 Konglomerat Pemilik Bisnis Pembangkit Listrik di Indonesia, Siapa Paling Tajir?

Masuknya Prajogo dalam daftar ini menegaskan bahwa sektor energi dan petrokimia Indonesia masih memiliki daya saing global, meski belum mampu menembus papan atas seperti para raksasa teknologi Amerika.

Kesenjangan Tajam, Realitas Baru Ekonomi Global

Perbedaan kekayaan antara peringkat pertama dan kesepuluh kini bukan lagi soal puluhan miliar, melainkan ratusan miliar dolar.

Elon Musk sendiri memiliki kekayaan hampir enam kali lipat dibanding Warren Buffett di posisi ke-10.

Daftar ini bukan sekadar urutan angka. Ini adalah cermin keras tentang arah ekonomi global: siapa yang menguasai teknologi, infrastruktur digital, dan AI—dialah yang menguasai kekayaan.

Dunia Tak Lagi Seimbang

Peta kekayaan global kian berat sebelah. Amerika Serikat mendominasi, teknologi memimpin, dan sektor tradisional perlahan tersingkir.

Di tengah ketimpangan ini, satu pesan mengemuka: ekonomi dunia sedang bergerak cepat—dan tidak semua negara siap mengikutinya. (*)

RADARBISNIS – Jurang kekayaan global semakin menganga. Daftar Top 100 Richest People in the World terbaru yang dirilis Forbes menunjukkan satu fakta mencolok: Elon Musk melaju sendirian di puncak, jauh meninggalkan para pesaingnya.

Pendiri Tesla, SpaceX, dan xAI itu tercatat memiliki kekayaan USD 854,4 miliar. Angka yang bukan sekadar rekor, tapi juga simbol pergeseran kekuatan ekonomi dunia ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Data ini dibagikan oleh akun X @Globalstats11, yang merangkum peringkat orang terkaya dunia berdasarkan laporan Forbes.

Teknologi Jadi Mesin Kekayaan Utama

Di bawah Musk, dominasi Amerika Serikat nyaris absolut. Nama-nama besar dari Silicon Valley memenuhi papan atas: Larry Page (USD 281,5 miliar), Sergey Brin (USD 259,7 miliar), Jeff Bezos (USD 248,1 miliar), hingga Mark Zuckerberg (USD 239,6 miliar).

- Advertisement -

Fakta ini menegaskan satu hal: nilai ekonomi masa depan kini ditentukan oleh data, algoritma, dan platform digital, bukan lagi semata industri konvensional.

Baca Juga :  385 Ribu UMKM Ikuti Program Jakpreneur untuk Kembangkan Usaha

Sektor teknologi bukan hanya menciptakan perusahaan raksasa, tetapi juga mempercepat akumulasi kekayaan pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Electronic money exchangers listing

Eropa Bertahan, Asia Terpecah

Dari Eropa, Bernard Arnault & keluarga (Prancis) berada di posisi ketujuh dengan USD 161,6 miliar, menjadi wajah lama industri barang mewah yang masih mampu bertahan di tengah gelombang digitalisasi.

Sementara Asia tampil kontras. Mukesh Ambani (India) masih menjaga posisi di 20 besar dengan USD 101,5 miliar.

Namun nama-nama besar China seperti Zhang Yiming, Ma Huateng, hingga Jack Ma berada jauh di bawah dominasi elite Amerika.

Tekanan regulasi, perlambatan ekonomi, dan ketegangan geopolitik tampak jelas memengaruhi distribusi kekayaan di kawasan Asia.

Indonesia Masuk Radar Dunia

Dari Asia Tenggara, Prajogo Pangestu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di daftar 100 besar. Dengan kekayaan USD 28,8 miliar, Prajogo berada di peringkat ke-76 dunia.

Baca Juga :  Inilah 5 Konglomerat Pemilik Bisnis Pembangkit Listrik di Indonesia, Siapa Paling Tajir?

Masuknya Prajogo dalam daftar ini menegaskan bahwa sektor energi dan petrokimia Indonesia masih memiliki daya saing global, meski belum mampu menembus papan atas seperti para raksasa teknologi Amerika.

Kesenjangan Tajam, Realitas Baru Ekonomi Global

Perbedaan kekayaan antara peringkat pertama dan kesepuluh kini bukan lagi soal puluhan miliar, melainkan ratusan miliar dolar.

Elon Musk sendiri memiliki kekayaan hampir enam kali lipat dibanding Warren Buffett di posisi ke-10.

Daftar ini bukan sekadar urutan angka. Ini adalah cermin keras tentang arah ekonomi global: siapa yang menguasai teknologi, infrastruktur digital, dan AI—dialah yang menguasai kekayaan.

Dunia Tak Lagi Seimbang

Peta kekayaan global kian berat sebelah. Amerika Serikat mendominasi, teknologi memimpin, dan sektor tradisional perlahan tersingkir.

Di tengah ketimpangan ini, satu pesan mengemuka: ekonomi dunia sedang bergerak cepat—dan tidak semua negara siap mengikutinya. (*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img
/