RADARBISNIS – Pasar modal nasional kembali diguncang. Di tengah kepercayaan investor yang belum sepenuhnya pulih, tiga petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mundur dari jabatannya. Salah satunya figur sentral: Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
Pengunduran diri itu diumumkan secara resmi pada Jumat (30/1). Bukan sekadar pergantian pejabat, langkah ini langsung menimbulkan efek psikologis di pasar.
OJK adalah wasit utama sektor jasa keuangan. Saat pucuk pimpinannya mundur, pasar tak mungkin diam.
Alasan Mundur: Tanggung Jawab Moral
Dalam pernyataan resminya, Mahendra Siregar menjelaskan alasan di balik keputusannya melepas jabatan strategis tersebut. Ia menegaskan, pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral.
“Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan pasar modal yang diperlukan.” kata Mahendra dalam pernyataan resminya dilansir dari idxchannel.com
Pernyataan itu tidak diubah, tidak ditambah. Namun maknanya tegas: Mahendra memilih mundur agar ruang pemulihan pasar tidak tersandera polemik kepemimpinan.
Sinyal Keras ke Pasar dan Pemerintah
Langkah Mahendra dibaca pelaku pasar sebagai sinyal keras. Bukan hanya soal individu, tetapi soal institusi.
OJK selama ini berada di garis depan pengawasan pasar modal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank.
Ketika kepercayaan pasar terganggu, beban pertama jatuh ke regulator.
Mundurnya tiga petinggi sekaligus memperlihatkan bahwa tekanan yang dihadapi OJK bukan perkara ringan.
Ini bukan sekadar reshuffle, melainkan upaya meredam krisis kepercayaan yang berpotensi membesar bila tidak ditangani cepat.
Ujian Kepercayaan Investor
Bagi investor, stabilitas regulator sama pentingnya dengan kinerja emiten. Ketidakpastian di level otoritas bisa memicu sikap wait and see, bahkan aksi lepas saham.
Karena itu, keputusan Mahendra bisa dipandang sebagai langkah ekstrem, namun terukur—menyingkirkan sumber kegaduhan demi membuka jalan pemulihan.
Pasar kini menunggu dua hal: kejelasan pengganti dan arah kebijakan lanjutan. Tanpa itu, pengunduran diri ini berisiko menjadi jeda yang mahal.
Babak Baru OJK
Pengunduran diri Mahendra Siregar menandai babak baru bagi OJK. Tantangannya jelas: mengembalikan kepercayaan publik, menenangkan pasar, dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan tanpa guncangan lanjutan.
Di bursa, keputusan ini akan terus dibaca, ditafsirkan, dan diuji oleh pergerakan indeks.
Satu hal pasti, pasar tidak hanya menilai angka—tetapi juga sikap dan keberanian mengambil tanggung jawab. (*)










