RADARBISNIS – Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan dorongan kuat di garis finis.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)-dilansir dari JawaPos.com, mencatat penjualan mobil secara wholesales menembus 803.687 unit, naik 2,3 persen dibandingkan 2024.
Kunci kenaikan itu ada di Desember. Pada bulan terakhir tahun 2025, penjualan melonjak 94.100 unit. Atau naik 25,7 persen dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Sebuah sinyal klasik: pasar masih responsif ketika insentif, promo, dan momentum konsumsi bertemu.
Ritel Ikut Menguat, Konsumen Masih Percaya Diri
Tak hanya di level pabrik ke diler, pasar ritel juga bergerak seirama. Penjualan langsung ke konsumen sepanjang 2025 mencapai 833.692 unit, tumbuh 3,2 persen.
Angka ini menunjukkan permintaan domestik tetap terjaga, meski tekanan ekonomi global dan fluktuasi daya beli belum sepenuhnya hilang.
Pertumbuhan tipis namun konsisten ini menandakan pasar otomotif belum memasuki fase ekspansi agresif, tetapi juga jauh dari kata lesu.
Jepang Masih Tak Tergoyahkan
Di tengah gencarnya penetrasi merek-merek Tiongkok, peta kekuatan lama belum runtuh. Lima besar penjualan masih dikuasai pabrikan Jepang—dengan Toyota tetap di singgasana.
Mengandalkan lini produk dari segmen entry-level hingga premium, Toyota membukukan 250.431 unit wholesales dan 258.923 unit retail sales. Jaraknya dengan pesaing masih lebar, menegaskan kuatnya kepercayaan pasar terhadap merek ini.
Di belakangnya, Daihatsu mengunci posisi kedua dengan 130.677 unit, disusul Mitsubishi Motors (71.781 unit), Suzuki (66.345 unit), dan Honda (56.500 unit).
Tiongkok Menyodok, Tapi Belum Menyalip
Tekanan dari pabrikan Tiongkok mulai terasa, meski belum cukup untuk menggoyang lima besar. BYD muncul sebagai merek China terkuat di posisi keenam dengan 46.711 unit. Sebuah capaian yang menunjukkan adopsi kendaraan elektrifikasi kian nyata.
Sementara itu, Chery masuk jajaran 10 besar di posisi kesembilan dengan 19.391 unit, menegaskan bahwa pasar mulai memberi ruang bagi alternatif non-Jepang.
Kendaraan Niaga Tetap Konsisten
Di segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso (25.235 unit) dan Isuzu (25.121 unit) masih menjaga ritme. Stabilitas dua merek ini mencerminkan denyut sektor logistik dan konstruksi yang tetap berjalan.
Adapun Hyundai menutup daftar 10 besar dengan 19.007 unit, mempertahankan eksistensi di tengah persaingan yang makin padat.
Peta 10 Besar Mobil Terlaris 2025
- Toyota – 250.431 unit
- Daihatsu – 130.677 unit
- Mitsubishi Motors – 71.781 unit
- Suzuki – 66.345 unit
- Honda – 56.500 unit
- BYD – 46.711 unit
- Mitsubishi Fuso – 25.235 unit
- Isuzu – 25.121 unit
- Chery – 19.391 unit
- Hyundai – 19.007 unit
Arah Pasar: Stabil, Tapi Siap Berubah
Data 2025 menunjukkan satu hal jelas: dominasi Jepang masih kokoh, namun retaknya mulai terlihat. Pabrikan China belum menjadi penguasa, tapi sudah cukup kuat untuk memaksa pasar bersiap berubah.
Jika tren elektrifikasi dan harga kompetitif terus berlanjut, peta penjualan otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bisa jadi tak lagi sepenuhnya berbahasa Jepang. (*)










