Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tajam di tengah tekanan geopolitik global dan sentimen pasar yang terus memburuk. Pada penutupan perdagangan Selasa (29/7), rupiah ditutup anjlok 45,5 poin atau setara 0,28% ke level Rp 16.409 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya pada Kamis (24/7), seiring sentimen positif dari panggung global dan proyeksi fiskal dalam negeri. Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi dunia, rupiah justru menguat tipis 8 poin atau 0,05% ke level Rp 16.295 per dolar AS.
Awal pekan ini menjadi momen manis bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil paling trengginas di antara bursa Asia lainnya, melesat 1,15% ke level 7.398,15 pada perdagangan Senin (21/7).
Nilai tukar rupiah membuka pekan ini dengan langkah terseok di pasar spot. Senin (14/7), rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp 16.245/US$, mengikuti tekanan yang juga dirasakan mayoritas mata uang kawasan Asia dan emerging market.
Nilai tukar rupiah menutup pekan ini dengan catatan positif meski sempat berfluktuasi akibat guncangan eksternal. Rupiah menguat tipis 0,06% ke level Rp 16.205 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/7), berdasarkan data Refinitiv.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tergelincir pada perdagangan awal pekan, Senin (7/7), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan tekanan dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump terhadap negara-negara BRICS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya. Pada perdagangan hari terakhir Juni 2025, IHSG berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan 16,58 poin atau 0,24% ke level 6.913,98 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (30/6).
Rupiah kembali unjuk gigi. Mata uang Garuda sukses menekan dolar Amerika Serikat (USD) ke level terendah dalam sebulan terakhir, memicu euforia pasar menjelang libur panjang akhir pekan. Tapi tunggu dulu—apakah ini sinyal kuat perbaikan ekonomi, atau hanya sandiwara musiman yang akan cepat berlalu?
Melalui program KPR subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BRI tancap gas memperkuat kontribusinya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi agenda prioritas nasional.
Ada angin segar untuk ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah akhirnya bangkit dan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tensi global yang mulai mereda.