Pasar saham Indonesia ambruk. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris tanpa perlawanan, longsor 659,673 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,556. Sejak pembukaan, arah pasar sudah gelap. Tekanan jual datang berlapis, merata, dan brutal.
Pasar minyak dunia kembali kehilangan pijakan. Dalam satu sesi perdagangan, harga terperosok tajam, mencerminkan betapa rapuhnya sentimen energi global ketika tensi geopolitik mulai melunak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business, indeks menguat 0,47 persen ke level 9.075,406, Kamis (15/1).
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,72 persen ke level 8.948,303, naik 63,579 poin, setelah sepanjang hari bergerak dalam rentang fluktuasi tajam.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak di area hijau pada awal sesi, indeks kehilangan tenaga dan berakhir turun 19,342 poin atau 0,22 persen ke level 8.925,471. Pasar kembali menunjukkan wajah rapuh: kenaikan cepat, koreksi lebih cepat.
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga emas satu gram terkerek Rp 2.000 hingga menyentuh Rp 2.415.000 per gram. Kenaikan kecil yang justru mempertegas tren fluktuatif tajam dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari ini, terselip fakta yang justru menguatkan: laju akumulasi 30 hari terakhir masih solid di zona hijau. Pasar seperti mengirim pesan berlapis—fluktuatif di permukaan, tetapi tetap bergerak naik dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX ditutup di level 8.414,352, turun 5,564 poin atau -0,07 persen. Pelemahan ini kecil, tetapi cukup menggambarkan bahwa arus transaksi belum benar-benar menemukan tenaga dorong yang solid.
Pasar modal kembali memanas. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) punya peluang menembus level 8.500 pada perdagangan pekan ini. Optimisme itu bukan isapan jempol. Sejumlah data ekonomi penting siap rilis, sementara peluang Bank Indonesia menurunkan suku bunga kembali terbuka lebar.