Skema itu, kata dia, akan diketahui masyarakat saat reklalin uji coba JLS dimulai. Yang jelas, klaimnya, akan efektif mengurai kepadatan lalu lintas di simpang tiga tersebut.
‘’Skema baru ini juga mudah diikuti masyarakat. Jadi, begitu besok melihat petunjuk, masyarakat langsung bisa memahami dan menja laninya,’’ tutur Alumni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi itu.
Didesak terkait skema baru itu, pejabat kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini hanya sedikit membocorkan bahwa skemanya hampir sama seperti rekalalin uji coba JLS tahap pertama pada Jumat (17/2) lalu. Yakni, traffic light di simpang tiga dimatikan. Kendaraan dari arah utara (Rembang) dan arah timur (Kota Tuban) menuju JLS atau Jalan Bogorejo hanya terhambat traffic light simpang empat SMPN 4 Tuban.
Sementara itu, kendaraan dari arah selatan (JLS, Jalan Raya Bogorejo) tak boleh langsung ke timur menuju Jalan Letda Sucipto. Melainkan harus putar balik di u-turn atau titik putar balik yang sudah disediakan di Jalan Suhat.
Aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tuban berdomisili di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan/ Kabupaten Bojonegoro ini menyebut, meski sudah mengurai penumpukan kendaraan, utamanya truk dari arah utara, skema reklalin uji coba JLS Jumat (17/2) lalu di simpang tiga Mondokan itu masih belum ideal.
‘’Untuk itu, ada skema baru akan kami terapkan Senin (20/2) ini. Skemanya hampir sama, namun berbeda,’’ jelas ASN berdinas di Pemkab Tuban sejak 2003 itu.
Mantan Kepala Bidang Reklalin Dishub Tuban ini berharap, masyarakat memaklumi apabila terjadi gonta-ganti skema dalam reklalin uji coba JLS ini.
Dia mengingatkan, kelabilan skema ini merupakan konsekuensi mengingat reklalin JLS ini masih tahap uji coba. Sehingga beberapa skema perlu dicoba dan diterapkan.
Kekurangannya, kelebihan, solusi, dan idealnya bagaimana, akan terus dicari. Sebelum reklalin JLS ini dipermanenkan ketika JLS tuntas dibangun dan resmi beroperasi 2024 mendatang.
Lebih lanjut, terkait problem lalu lintas di simpang tiga Mondokan lebih mudah dipecahkan. Bisa dalam jangka waktu dekat dengan sedikit pihak.
Hal ini sangat bebeda dengan problem Jalan Manuggal sebagi jalur vital. Dia menyebut, hingga saat ini belum ada solusi konkret terkait apa yang dikeluhkan para sopir dari arah Paciran ke arah Rembang, Jawa Tengah atau sebaliknya itu.