Nilai tukar rupiah menutup pekan ini dengan catatan positif meski sempat berfluktuasi akibat guncangan eksternal. Rupiah menguat tipis 0,06% ke level Rp 16.205 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/7), berdasarkan data Refinitiv.
Di tengah kabar heboh soal ketidakpastian global, ada satu angka besar yang bikin kening sedikit berkerut: Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2025 tercatat mencapai USD 431,5 miliar.
Dua nama bersaing untuk menduduki kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Ini setelah pemerintah resmi mengajukan nama-nama untuk menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia dan calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke DPR RI.
Meningkatnya tekanan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan kebutuhan untuk memitigasi dampak negatif perubahan iklim terhadap sektor pertanian, telah mendorong konsep ekonomi sirkular yang tidak hanya 'ambil-buat-buang' namun juga mendorong upaya regenerasi sistem secara alami. Â
Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBOC) menandatangani penguatan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2025 ini mengalami defisit sebesar US$ 800 juta. Bank Indonesia terus mencermati kondisi perekonomian global yang memberikan imbas terhadap prospek NPI.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2025 mencapai 152,5 miliar dolar AS. Cadangan devisa tersebut masih cukup tinggi, meski menurun dibandingkan posisi pada akhir Maret 2025 sebesar 157,1 miliar dolar AS.