Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, yang disertai penutupan Selat Hormuz, dinilai berpotensi mendorong harga minyak mentah dunia menembus USD 100 per barel jika konflik meluas dan berlangsung berkepanjangan.