Pendapatan Wisata Naik Empat Kali Lipat, tapi Belum Sebanding dengan Swasta

‘’Itu (pendapatan di momen Lebaran, Red) sudah naik empat kali lipat,’’ tandas Wawan.

Meski berhasil menaikkan pendapatan hingga empat kali lipat. Namun, pendapatan itu tidak sebanding dengan wisata yang dikelola swasta.

Pantai Kelapa, misalnya. Dalam sehari, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 50 juta. Angka rata-rata itu berdasar kalkulasi puncak libur Lebaran dari tanggal 23 sampai 25 April.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Muhasan mengatakan, selama puncak libur Lebaran tiga hari itu, pendapatan Pantai Kelapa mencapai Rp 150 juta.

‘’(Selama tiga hari itu, Red) total kunjungan mendekati 15 ribu orang. Berarti rata-rata 5 ribu orang per hari, dikali harga tiket Rp 10 ribu per orang,’’ katanya.

Baca Juga :  Wisata Pulang Kampung Jadi Agenda Tahunan di Tuban

Artinya, pendapatan dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, yakni Pantai Boom, Gua Akbar, dan Pemandian Bektiharjo, masih kalah dengan pendapatan Pantai Kelapa. Bahkan tidak ada separo dari pendapatan wisata yang dikelola Pokdarwis tersebut.

Pun dengan wisata Air Terjun Nglirip. Pendapatan yang dihasilkan selama libur Lebaran juga jauh melampaui pendapatan wisata plat merah.

Ketua Pokdarwis Air Terjun Nglirip Multazam Dawud mengemukakan, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 30-35 juta per hari.

Dengan harga tiket masuk Rp 10 ribu per orang, maka rata-rata jumlah kunjungan per  hari mencapai 3 ribu orang.

‘’Tahun ini jumlah kunjungan wisata membludak. Lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab tahun ini sudah tidak ada lagi kebijakan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ tuturntya.

Baca Juga :  Nikmati Wisata Rumpun Bambu Beron untuk Healing, Susur Sungai dengan Perahu

Perihal pendapatan ketiga tempat wisata yang dikelola pemerintah belum sebanding dengan satu tempat wiasta yang dikelola swasta, Wawan menegaskan bahwa pendapatan dari masing-masing tempat wisata tidak untuk dibandingkan.

‘’Terpenting, bagaimana agar kunjungan wisata di Tuban ini terus meningkat, baik wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

‘’Itu (pendapatan di momen Lebaran, Red) sudah naik empat kali lipat,’’ tandas Wawan.

Meski berhasil menaikkan pendapatan hingga empat kali lipat. Namun, pendapatan itu tidak sebanding dengan wisata yang dikelola swasta.

Pantai Kelapa, misalnya. Dalam sehari, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 50 juta. Angka rata-rata itu berdasar kalkulasi puncak libur Lebaran dari tanggal 23 sampai 25 April.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Muhasan mengatakan, selama puncak libur Lebaran tiga hari itu, pendapatan Pantai Kelapa mencapai Rp 150 juta.

‘’(Selama tiga hari itu, Red) total kunjungan mendekati 15 ribu orang. Berarti rata-rata 5 ribu orang per hari, dikali harga tiket Rp 10 ribu per orang,’’ katanya.

- Advertisement -
Baca Juga :  Telat Diungkap, Data Pemilih ”Siluman” Berpotensi Masuk DPT

Artinya, pendapatan dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, yakni Pantai Boom, Gua Akbar, dan Pemandian Bektiharjo, masih kalah dengan pendapatan Pantai Kelapa. Bahkan tidak ada separo dari pendapatan wisata yang dikelola Pokdarwis tersebut.

Pun dengan wisata Air Terjun Nglirip. Pendapatan yang dihasilkan selama libur Lebaran juga jauh melampaui pendapatan wisata plat merah.

Ketua Pokdarwis Air Terjun Nglirip Multazam Dawud mengemukakan, rata-rata pendapatan dari tiket masuk mencapai Rp 30-35 juta per hari.

Dengan harga tiket masuk Rp 10 ribu per orang, maka rata-rata jumlah kunjungan per  hari mencapai 3 ribu orang.

‘’Tahun ini jumlah kunjungan wisata membludak. Lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab tahun ini sudah tidak ada lagi kebijakan PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ tuturntya.

Baca Juga :  Pemotor Tewas di Plumpang Gara-Gara Terjerat Kabel yang Melintang di Jalan

Perihal pendapatan ketiga tempat wisata yang dikelola pemerintah belum sebanding dengan satu tempat wiasta yang dikelola swasta, Wawan menegaskan bahwa pendapatan dari masing-masing tempat wisata tidak untuk dibandingkan.

‘’Terpenting, bagaimana agar kunjungan wisata di Tuban ini terus meningkat, baik wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta. (zid/tok)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru