Vaksinasi Booster di Tuban Mulai Dibuka, Langsung Bisa Cek di PeduliLindungi

TUBAN, Radar Tuban – Setelah diumumkan gratis oleh Presiden Joko Widodo, vaksinasi booster untuk masyarakat langsung dikebut. Di Tuban, vaksinasi booster untuk masyarakat dibuka mulai kemarin (13/1).

Masyarakat umum yang sudah mengikuti vaksin dosis kedua dengan jarak waktu minimal enam bulan bisa langsung ke fasilitas kesehatan terdekat milik pemerintah daerah untuk mendapatkan suntikan jilid ketiga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, vaksinasi booster untuk masyarakat sudah bisa dimulai. Untuk masyarakat yang disuntik vaksin Sinovac pada dosis pertama dan kedua, maka boosternya menggunakan vaksin Pfizer atau Astrazeneca. Selanjutnya yang menggunakan Astrazeneca untuk dosis pertama dan kedua, maka boosternya menggunakan Moderna.

Baca Juga :  Waspada! Wabah Campak Menyebar ke Tuban

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini mengatakan, suntikan ketiga bisa didapatkan masyarakat dengan mendatangi puskesmas terdekat dengan membawa e-KTP dan kartu vaksin. Bagi yang kehilangan kartu vaksin tak perlu khawatir, karena data vaksinasi booster bisa langsung terekap melalui aplikasi PeduliLindungi. ‘’Tidak ada syarat dan biaya, bisa langsung datang ke puskesmas dan bilang ke petugas untuk vaksin booster,’’ ujarnya.

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, prioritas vaksinasi di Bumi Wali saat ini dikebut untuk tiga kategori. Yakni, tenaga kesehatan, lansia, dan penerima bantuan iuran.

Untuk nakes, Bambang menurutkan vaksinasi berjalan lancar dan nyaris tanpa kendala. Sementara vaksinasi untuk lansia masih tersendat hinggga petugas harus jemput bola dengan door to door ke rumah warga. ‘’Sasaran vaksinasi lansia masih kurang banyak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Total Kasus Kematian Gangguan Ginjal Akut Hari Ini Naik jadi 143 Anak

Dengan dikebutnya tiga prioritas vaksinasi di atas, Bambang berharap pembelajaran tatap muka (PTM) normal di Tuban bisa segera dimulai. Dia mengatakan, vaksinasi lansia yang masih minim menjadi kendala tatap muka kuota penuh di sekolah belum bisa dilaksanakan. Padahal, vaksinasi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa berjalan lancar dan sudah memenuhi syarat. ‘’Vaksinasi dosis pertama, kedua, dan ketiga ini dilaksanakan beriringan,’’ ujarnya. (yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Setelah diumumkan gratis oleh Presiden Joko Widodo, vaksinasi booster untuk masyarakat langsung dikebut. Di Tuban, vaksinasi booster untuk masyarakat dibuka mulai kemarin (13/1).

Masyarakat umum yang sudah mengikuti vaksin dosis kedua dengan jarak waktu minimal enam bulan bisa langsung ke fasilitas kesehatan terdekat milik pemerintah daerah untuk mendapatkan suntikan jilid ketiga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, vaksinasi booster untuk masyarakat sudah bisa dimulai. Untuk masyarakat yang disuntik vaksin Sinovac pada dosis pertama dan kedua, maka boosternya menggunakan vaksin Pfizer atau Astrazeneca. Selanjutnya yang menggunakan Astrazeneca untuk dosis pertama dan kedua, maka boosternya menggunakan Moderna.

Baca Juga :  PeduliLindungi Jadi SatuSehat, Penumpang KA Diimbau Bawa Bukti Vaksin

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini mengatakan, suntikan ketiga bisa didapatkan masyarakat dengan mendatangi puskesmas terdekat dengan membawa e-KTP dan kartu vaksin. Bagi yang kehilangan kartu vaksin tak perlu khawatir, karena data vaksinasi booster bisa langsung terekap melalui aplikasi PeduliLindungi. ‘’Tidak ada syarat dan biaya, bisa langsung datang ke puskesmas dan bilang ke petugas untuk vaksin booster,’’ ujarnya.

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, prioritas vaksinasi di Bumi Wali saat ini dikebut untuk tiga kategori. Yakni, tenaga kesehatan, lansia, dan penerima bantuan iuran.

- Advertisement -

Untuk nakes, Bambang menurutkan vaksinasi berjalan lancar dan nyaris tanpa kendala. Sementara vaksinasi untuk lansia masih tersendat hinggga petugas harus jemput bola dengan door to door ke rumah warga. ‘’Sasaran vaksinasi lansia masih kurang banyak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Punya Bukti Kuat, Sejumlah Korban Siap Beberkan Keterlibatan Kekasih Fauziah

Dengan dikebutnya tiga prioritas vaksinasi di atas, Bambang berharap pembelajaran tatap muka (PTM) normal di Tuban bisa segera dimulai. Dia mengatakan, vaksinasi lansia yang masih minim menjadi kendala tatap muka kuota penuh di sekolah belum bisa dilaksanakan. Padahal, vaksinasi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa berjalan lancar dan sudah memenuhi syarat. ‘’Vaksinasi dosis pertama, kedua, dan ketiga ini dilaksanakan beriringan,’’ ujarnya. (yud/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru