Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taringnya pada Kamis (24/7), seiring sentimen positif dari panggung global dan proyeksi fiskal dalam negeri. Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi dunia, rupiah justru menguat tipis 8 poin atau 0,05% ke level Rp 16.295 per dolar AS.
Di tengah upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi, sinyal merah justru menyala di sektor fiskal. Realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2025 hanya Rp 683,3 triliun, turun 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Situasi ini membuat APBN kembali tekor sebesar Rp 21 triliun.
Di tengah kabar heboh soal ketidakpastian global, ada satu angka besar yang bikin kening sedikit berkerut: Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2025 tercatat mencapai USD 431,5 miliar.