Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tajam di tengah tekanan geopolitik global dan sentimen pasar yang terus memburuk. Pada penutupan perdagangan Selasa (29/7), rupiah ditutup anjlok 45,5 poin atau setara 0,28% ke level Rp 16.409 per dolar AS.
Awal pekan ini menjadi momen manis bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil paling trengginas di antara bursa Asia lainnya, melesat 1,15% ke level 7.398,15 pada perdagangan Senin (21/7).
Nilai tukar rupiah menutup pekan ini dengan catatan positif meski sempat berfluktuasi akibat guncangan eksternal. Rupiah menguat tipis 0,06% ke level Rp 16.205 per dolar AS pada perdagangan Jumat (11/7), berdasarkan data Refinitiv.
Tren penguatan harga Bitcoin (BTC) masih tak terbendung. Kini, menembus rekor tertinggi atau all time high (ATH)Â baru mendekati US$ 112.000 atau sekitar Rp 1,83 miliar (asumsi kurs Rp 16.400) per koin di bursa kripto Binance.
Nilai tukar rupiah terus tertekan dan tak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat pasca kemenangan Donald Trump sebagai presiden AS kedua kalinya pada 2024.